Selasa, 10 September 2013

Segera Dapatkan 2 Buku Berikut ini


Mengapa Saya Keluar dari Syi'ah 


Sayyid Hussain al-Musawi bukanlah satu nama yang asing di kalangan kaum/agama Syi'ah. Beliau adalah seorang ulama besar Syi'ah yang lahir di Karbala dan belajar di "Hauzah" sehingga memperolehi gelaran mujtahid daripada Sayyid Muhammad Hussain Ali Kasyif al-Ghitha'. Selain itu, beliau juga memiliki kedudukan yang istimewa di sisi ayatollah Khomeini (tokoh besar imam Syi'ah).

Setelah melalui pengembaraan spiritual yang cukup panjang, akhirnya beliau mendapat hidayah dari Allah. Beliau menemui begitu banyak sekali kesesatan dan penyimpangan di dalam ajaran Syi'ah yang selama ini beliau anuti. Beliau pun mengambil keputusan untuk keluar dari Syi'ah, beliau kembali ke jalan yang benar iaitu jalan Ahlus Sunnah wal-Jama'ah, dan kemudian beliau menulis buku ini demi membongkar segala kedustaan puak-puak dan imam-imam Syi'ah.

Buku ini adalah sebuah ungkapan jujur dari seorang bekas tokoh besar Syi'ah yang masih memiliki nama yang gah di tengah-tengah tokoh Syi'ah lainnya yang hidup mewah bergelumang dengan harta dan wanita sesuka hati dengan berdalihkan alasan agama secara batil.

Kemunculan buku ini ibarat halilintar yang merobohkan tembok pembohongan kaum Syi'ah selama ini. Dengannya kelompok Syi'ah diserang keporak-perandaan dan kacau bilau. Para imam-imam Syi'ah kebingungan untuk menyangkal!

Di antara kesesatan Syiah yang diungkap Sayyid Husain Al-Musawi adalah berkaitan dengan ajaran dan praktik nikah mut’ah (kahwin/nikah kontrak: atau sebenarnya adalah zina) yang dilakukan bukan saja oleh orang-orang Syiah kebanyakan, tetapi juga oleh tokoh-tokoh besar Syiah. Sayyid Hussain, kerana bukunya inilah kemudian mendapatkan ancaman bunuh dari kalangan Syiah. Sebelumnya, dia telah difatwa sesat dan menyesatkan bahkan murtad oleh Husain Bahrululum pada 20 Shafar 1421H di sarang Syiah terbesar, Najaf.

Memang, tokoh-tokoh Syiah yang berusaha meluruskan ajaran Syiah nyaris semua berakhir tragis. Sayyid Abul Hasan Al-Asfahani, Sayyid Musa Al-Musawi, Sayyid Ahmad Al-Kasrawi adalah pembesar-pembesar Syiah yang akhirnya dibunuh kerana berusaha meluruskan ajaran Syiah.

Berikut adalah kesaksian Sayyid Husain Al-Musawi tentang mut’ah yang dilakukan oleh pemimpin tertinggi Syiah sekaligus Pemimpin Revolusi Iran, Imam Ayatullah Khomeini, seperti yang ditulis Sayyid Husain dalam buku tersebut. Berkaitan dengan nikah mut’ah, Sayyid Husain menulis tentang beberapa kisah dari pembesar Syiah lainnya.

2. Menimbang Ajaran Syi’ah

Menurut Syi’ah, Ali adalah penerima wasiat sebagai khalifah sepeninggal Nabi. Namun, beliau membaiat Abu Bakar ash-Shiddiq?! Apakah keberanian Ali terhenti setelah wafat Nabi sehingga tidak berani menuntut haknya?!
Menurut Syi’ah, Abu Bakar, Umar, Utsman dan sebagian sahabat lainnya adalah kafir. Bila mereka kafir, mengapa Nabi menjalin ikatan keluarga dengan mereka lewat pernikahan?
Syi’ah memiliki Mushaf Fathimah yang di dalamnya tidak ada satu ayat pun dari al-Quran. Sesungguhnya ia adalah dikte dari Nabi dan tulisan tangan Ali. Jika kitab itu berasal dari dikte Nabi dan tulisan Ali, lalu mengapa dia menyembunyikannya dari umat?! Padahal Allah memerintahkan Nabi agar menyampaikan segala yang diturunkan-Nya kepadanya.
Syi’ah tidak melaksanakan shalat Jumat yang diperintahkan dalam al-Quran, mengapa? Dan seratusan pertanyaan kritis lainnya yang bisa dibaca dalam buku ini. Dilengkapi dengan referensi yang akurat langsung dari kitab-kitab induk Syi’ah, semakin menambah bobot buku

Harga Rp 45.000
Pemesanan 0878 8777 8027

Tidak ada komentar:

Posting Komentar