Sabtu, 23 Maret 2013

Bashar al-Assad, Pemimpin Syi’ah Pembantai Kaum Muslimin

Bashar al-Assad ( Presiden Suriah Ke-10 )
Lahir 11 September 1965 (umur 46) Damaskus, Suriah.
Kebangsaan Suriah
Partai politik Partai Baath

Dr. Bashar al-Assad (Arab:بشار الأسد , Baššār al-Asad) (lahir di Damaskus, Suriah, 11 September 1965; umur 46 tahun) adalah Presiden Republik Arab Suriah, Sekretaris Wilayah Partai Baath, dan anak mantan Presiden Hafizh al-Assad. Bashar menggantikan ayahnya sebagai Presiden Suriah segera setelah kematiannya pada 10 Juni 2000.

Assad yang mahir dalam bahasa Inggris dan bahasa Perancis menjalani studi di sekolah elit Franco-Arab al-Hurriyet di Damaskus (ibu kota Suriah) juga belajar ilmu kedokteran di Universitas Damaskus untuk Fakultas Kedokteran. Lulus menjadi seorang dokter, spesialisasi dalam oftalmologi (mata) di pendidikan rumah sakit London.


Ia menikah dengan Asma’ al-Akhras, seorang Suriah Syiah yang tinggal di Inggris sejak kelahirannya maupun masa dewasanya.


Assad dalam pemerintahannya didukung oleh pemerintah Cina dan Rusia, ia menganut idealisme sosialis komunis.


Banyak kaum muslimin di Syiria merasa tertindas bahkan terbunuh dengan keji oleh pemerintahannya terutama dari kalangan Sunni.

Dalam pemahaman Islamnya, Assad mengikuti sekte Syiah Isma’iliyah.

Iran (Islam Syiah Itsnaa Atsariyah) juga ikut mendukung pemerintahannya, dan tidak angkat bicara terhadap pembantaian kaum Muslimin Sunni. Syiah Iran maupun Suriah walaupun berbeda sekte namun bersatu membantai kaum Sunni.
Diambil dari Wikipedia: lihat:http://id.wikipedia.org/wiki/Bashar_al-Assad


Kesimpulan:
Isterinya Wanita Syi’ah yg lahir dan besar di Inggris.
Memiliki hubungan erat dgn komunis.
Pembantai Kaum muslimin.
Penindas kaum muslimin
Bekerjasama dgn Iran yg podo-podo syi’ah dlm menghancurkan kaum muslimin.
Syi’ah walaupun berbagai sekte tetapi saling membahu dalam membantai kaum muslimin

jangan beralasan bahwa syi’ah banyak sektenya sehingga jgn dipukul rata.. Ketahuilah walaupun mereka berbeda sekte tapi akan bersatu dalam menghadapi kaum muslimin sunni/ahlus sunnah


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar