Senin, 19 November 2012

SYI’AH DAN YAHUDI SETALI TIGA UANG





Saudara-saudaraku, Subahaanallooh jika sekiranya diantara sesama muslim terjadi saling kasih-mengasihi dan bahu-membahu dalam hal apa pun dan dalam kondisi apa pun. Karena kita ketahui pula bahwa hubungan antara muslim yang satu dengan yang lainnya laksana satu tubuh. JIka salah satu anggota bagian dari tubuh itu sakit, maka ikut pula lah keseluruhan anggota tubuh itu merasakannya. Bukankah itu sesuatu hal yang sangat mulia bukan?
Namun pernahkah kita menelaah dan memperhatikan, jika kenyataan yang terjadi sungguh diluar yang kita ketahui, orang yang kita tolong, orang yang kita kasihi ternyata Allooh dan Rosuul-Nya membenci sehingga para ulama pun berlepas diri darinya bahkan mengkafirkannya.
Bukan lah artikel yang dimuat berikut adalah sekedar dugaan atau sangkaan. Melainkan berpuluh-puluh ulama Ahlus Sunnah mengkafirkannya, tidak lain adalah Syi’ah Rafidhoh
Syi’ah dan Yahudi adalah “dua sejoli” yang sangat lengket dan mesra. Berikut adalah beberapa kemiripan diantara mereka berdua :
[1]. Yahudi telah mengubah-ubah Taurat, begitu pula Syi’ah; mereka mempunyai Al-Qur’an hasil kerajinan tangan mereka sendiri yakni “Mushaf Fathimah” yang tebalnya 3 kali Al-Qur’an kaum Muslimin. Mereka menganggap ayat Al-Qur’an yang diturunkan berjumlah 17.000 ayat, dan menuduh Shohabat menghapus sepuluh ribu lebih ayat.
[2]. Yahudi menuduh Maryam yang suci berzina [Maryam : 28], Syi’ah melakukan hal yang sama terhadap istri Rosuulullooh Ummul Mu’minin Aa’isyah Radhiallahu ‘anha sebagaimana yang diungkapkan Al-Qummi (pembesar Syi’ah) dalam “Tafsir Al-Qummi (II 34)”
[3]. Yahudi mengatakan, “Kami tidak akan disentuh oleh api neraka melainkan hanya beberapa hari saja”. [Al-Baqarah : 80] Syi’ah lebih dahsyat lagi dengan mengatakan, “Api neraka telah diharamkan membakar setiap orang Syi’ah” sebagaimana tercantum dalam kitab mereka yang dianggap suci “Fashl Khithab
(hal.157)”
[4]. Yahudi meyakini bahwa, Allah mengetahui sesuatu setelah sebelumnya tidak tahu, begitu juga dengan Syi’ah.
[5]. Yahudi berkeyakinan bahwa ucapan “Amin” dalam shalat adalah membatalkan shalat. Syi’ah juga beri’tiqod yang sama.
[6]. Yahudi berkata, “Allah mewajibkan kita lima puluh shalat” Begitu pula dengan Syi’ah.
[7]. Yahudi keluar dari shalat tanpa salam, cukup dengan mengangkat tangan dan memukulkan pada lutut. Syi’ah juga mengamalkan hal yang sama.
[8]. Yahudi miring sedikit dari kiblat, begitu pula dengan Syi’ah.
[9]. Yahudi tidak menetapkan adanya jihad hingga Allah mengutus Dajjal.Syi’ah Rafidhah mengatakan, ”Tidak ada jihad hingga Allah mengutus Imam ghaib Syi’ah yang ditunggu-tunggu”.
[10]. Yahudi menghalalkan darah setiap muslim. Demikian pula Syi’ah, mereka menghalalkan darah Ahlussunnah. [Lihat kitab Badzl Al-majhud fi Itsbat musyabahah Ar-Rafidhah lil Yahud, oleh Abdullah Al-Jumaily].
Ahmad bin Yunus (wafat 227 H), salah seorang tokoh ulama Ahlus Sunnah di Kufah telah berkata: “Seandainya; seorang Yahudi menyembelih seekor binatang, dan seorang Rafidhi (Syi’ah) menyembelih seekor binatang, niscaya aku hanya memakan sembelihan si Yahudi, dan aku tidak mau memakan sembelihan si Rafidhi karena dia telah murtad dari Islam (namun masih mengaku Islam-red).” [Ash-Sharimul Maslul, hal. 570].
Imam Bukhoory berkata: ”Bagiku sama saja, apakah aku sholat dibelakang orang yang berfaham Jahmiyyah atau Syi’ah Rafidhoh, atau aku sholat dibelakang orang Yahudi atau Nashrani. Dan seorang muslim tidak boleh memberi salam kepada mereka, menjenguk mereka ketika sakit, kawin dengan mereka, menjadikan mereka sebagai saksi, dan memakan sembelihan mereka.”(Khalqu Af’alil ‘Ibad hal:125, karya Imam Bukhoory ).
[Disalin dari Risalah Dakwah Al-Hujjah, Edisi Khusus/Rabi'ul Akhir/1424H Islamic Center Al-Hunafa' Masjid 'Aisyah Lt II, Jl Soromandi No.1A Lawata - Mataram] 
Wallohu a’lam bishowabi.

1 komentar:

  1. Bahkan presiden Republik Majusi Syi'ah Rafidhah Iran adalah seorang Yahudi Ahmadibejat Sabourjhian

    BalasHapus