Selasa, 29 Oktober 2013

Fatwa Syi'ah; Melakukan Pengundian Untuk Menentukan Bapak Dari Anak Hasil Mut'ah!!!

Bukan Syi'ah bila tidak doyan Mut'ah. Zina berkedok agama tersebut memiliki kedudukan yang sangat agung dan merupakan amalan yang amat mulia dalam agama Syi'ah. Bahkan hingga dikatakan secara dusta oleh mereka untuk membuat semangat para pengikutnya bahwa barangsiapa yang melakukannya hingga 4 kali, maka derajatnya sama seperti derajat Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam. Na'udzubillah!


Dan juga sebagaimana telah kita ketahui, terdapat pada ajaran mereka bahwa diperbolehkannya bermut'ah hingga seribu wanita.

Kini ulama Syi'ah telah memberikan solusi baru kepada para pengikutnya, terutama bagi kaum wanitanya yang sudah seringkali berlomba-lomba menggapai pahala dengan 'ibadah mut'ah hingga sulit diketahui berapa jumlah laki-laki Syi'ah yang telah memut'ahnya, dan sulit pula diketahui siapa bapak sebenarnya dari anak yang lahir dari hasil mut'ahnya.


Kasus yang amat memalukan demikian pernah ditanyakan kepada dedengkot Al-Khui seperti berikut, dan dia memberikan solusi dengan fatwanya yaitu dengan cara DI-UNDI untuk pemilihan bapak bagi sang anak :

السؤال :  امرأة ادعت أنها يائس ، أو ظهرت عليها امارات اليأس ، واطمأنت لذلك وعملت عمل اليائس ، ثم تزوجت بالعقد المنقطع شخصا ، وبعد فترة تزوجت شخصا آخر متعة ، وبعد مدة تزوجت من ثالث متعة ، وبعد هذا الزواج المتكرر حملت المرأة ، ففي هذه الصورة بمن يلحق الولد ؟.. وهل يعتمد على القرعة في المقام ، أم لا ؟ 

Pertanyaan : 
Seorang wanita mengklaim bahwa ia telah mencapai keadaan menopause, atau tanda-tanda menopause (terlihat) jelas padanya, dan (hukum mut’ah tanpa iddah) menjadi muatannya dan melakukan (sesuai) hukum bagi wanita menopause, ia nikah mut’ah dengan seorang lelaki, setelah beberapa waktu ia menikah mut’ah dengan lelaki lain, setelah beberapa waktu ia menikah mut’ah (lagi) dengan lelaki ketiga, dan setelah kembali melakukan pernikahan itu dia hamil, jadi dalam kasus seperti ini bagaimana menentukan ayah dari anak tersebut? dan perlukah kita bergantung dengan (melakukan) undian di tempat, atau tidak?

الجواب :   في الصورة المفروضة: بما أن علاقة الأول قد انقطعت عن المرأة المذكورة فلا يلحق الولد به ، وحينئذ إن كان عقد الأول والثاني كلاهما في زمان مدة الأول ، فالعقدان كلاهما باطل ، ويكون الوطئ من كليهما شبهة ، وعليه فيكون الولد مرددا بينهما ، فالمرجع في تعيينه القرعة ، وان كان العقدان كلاهما بعد انقضاء المدة ، فكلاهما صحيح ، ويلحق الولد حينئذ بالثالث 

Jawaban : Dalam kasus yang digambarkan: Karena hubungan (lelaki) yang pertama terputus dari wanita tersebut sehingga sang anak sudah pasti bukan hasil hubungan terhadapnya (lelaki pertama), dan jika semua (masa) kontrak telah selesai, dan hubungan mereka akan didasari pada keraguan, dan atas ini sang anak pasti hasil hubungan dengan salah satu dari mereka, dan akan diberi wewenang untuk melakukan pengundian berkali-kali kepada mereka, dan jika semua kontrak itu setelah selesainya periode (mut’ahnya), mereka semua adalah benar dan sang anak pasti hasil hubungan dengan lelaki ketiga.




Astaghfirullah!! Laa haula wa laa quwwata illaa billaah !!!

Sumber : http://jaser-leonheart.blogspot.com

17 komentar:

  1. Taspirin pasti mendukung, ayo ngaku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cara pikirku sederhana, cukup berpegang kepada Hadis Rosulullah, bahwa "Sebenar-benar hadis adalah al Qur'an", apa ini artinya, bila ada hadis dan siapapun penyampainya, baik itu Syiah ataupun Sunni, bila berlawanan dgn al Qur'an dan Sunah Nabi-Nya, maka WAJIB menolaknya. Adapun Hadist ttg Mut'ah tetap berlaku sampai Yaumul Kiamah, kenapa? Karena Firman-Nya tak mungkin sia-sia dan percuma dan Dia Maha Tahu akan Ciptaan-Nya, tak mungkinlah Nabi memansukh Firman-Nya, hanya ada Sahabat yang membatalkan-nyayang didasarkan kpd Nafsunya bukan krn bimbingan Nabi-Nya, sebagian Umat mati-matian membelanya, sehingga timbulnya Chaos diantara Pengikut Rosul, inilah Hasil Ijtihad Salah Pahala Satu dan Ijtihad Benar Pahalanya Double, yang tdk Rasional dan pasti ini dibuat oleh Muawiyah & His Gang on behalf of Mohammed as the prophet. Aku akan tambahan argumentasi Mathematik atas benarnya Penerus Rosul adalah Keluarganya, mari kita renungi Al Baqarah [2]: :[124]. Bilangan pada Srt [2], siapa didalamnya :
      1. Muhammad SAW.
      2. Imam Ali kw,

      Bagaimana dgn Bilangan pada ayat : 124=1+2+3=7,
      dalam bilangan 7 terdapat adanya 14 Maksumim, yaitu :
      1. Maksumim yang nama awalnya Muhammad, ada = 4.
      2. Maksumim yang nama awalnya Ali, ada = 4
      3. Maksumim yang nama awalnya Hasan, ada = 2
      4. Maksumim yang nama awalnya Husein, ada = 1
      5. Maksumim yang nama awalnya Ja'far Shodik = 1
      6. Maksumim yang nama awalnya Musa al Kazim, ada = 1.
      7. Maksumim yang bernama, Fatimah, hanya ada = 1,
      maka jumlahnya menjadi 14.

      Jumlahkan bil. Srt & Ayat, [2][124]=2+1+2+4=9, dimana kekurangannya? dan Ingatlah bhw Al Baqarah 124, itu adalah Kriteria untuk menjadi Pewaris Nabi dan dia bukanlah si Pelaku Kezaliman (Isim fail=tidak terikat waktu, telah, akan dan sedang, maka dia tdk berhak jadi Khalifah), sedangkan Lukman [31]:[13], adalah definisi ttg "ZALIMIN" itu bagaimana?, Perhatikan bilangannya [31]:[13], bilangan ini bisa dilihat dari dua (2) sisi :

      1. Dari Sisi yang "POSITIF", yaitu : 4 & 4, adalah :

      1.1 Nama Allah dlm Huruf Arab, ada = 4 dan Nama Muhammad dlm huruf Arab ada = 4, atau

      1.2 Nama awal Maksumim yang bernama Muhammad, ada = 4 & Nama awal Maksumim yang bernama Ali ada = 4

      2. Dari sisi "NEGATIF", maka angka 31 adalah angka utama d.p 13, dan sudah dikenal secara umum angka 13 adalah angka SIAL (Kepercayaan Nasroni) ini bisa dikategorikan kepada :

      Ulil Amri Minkum yang Valid ada di angka 31, dan yang "TIDAK VALID", pada angka 13, maka mari kita Jumlah kan :
      31=3+1=4, siapa mereka itu, yaitu :

      1. Muhammad SAW sbg UAM yang awal.
      2. Pelanjut UAM yang berjumlah 3. setelah Rosul Wafat, yaitu :
      2.1 Imam Ali as,
      2.2 Imam Hasan as,
      2.3 Imam Husein as, maka genap sudahlah Pelanjut Washi Pasca Rosul wafat, yaitu : 9+3 = 12.

      dan siapa Unvalid Chalif, jumlahkan bilangan [13]:1+3=4, yaitu :

      1. Perorangan :
      1.1 Khalifah A,
      1.2 Khalifah B,
      1.3 Khalifah C.
      2. Kelompok :
      2.1 Kelompok Bani D, Bani E dan F), kan jumlahnya juga 4.

      Pastilah langsung dituduh tuh angka dari YAHUDI atau angka-angka ZOROASTER, itu mah tuduhan yang ga pakai ratio cuma nafsu tak punya ARGUMENTASI.
      Jawablah kalau memang punya Jawaban yang paling JITU untuk jungkirkan Argumentasi Pola Pikir Keluarga Muhammad SAW. Salam

      Hapus
    2. kalo gak tolol gak bakalan orang jadi syiah....

      Hapus
  2. Taspirin pasti mendukung, ayo ngaku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benarkan syiah rofidhoh mengajaakk kembali seperti zaman jahiliyah tapi berkedok islam

      Hapus
    2. tasripin sangat mendukung, makanya mahir ber mutah, apalagi kalo dapat beasiswa nyantri di qom iran biaya mutah ditanggung oleh imam di hauzah dg duit kumus...ayo pin cari korban terus, kalo gak ada korban dulang pahala ke lokalisasi aja

      Hapus
  3. Bagaimana Anda menjawab Tantanganku ini, kalau bisa cari Professor untuk menjawabnya.
    Kalo saja domba-domba yang sudah ditaburkan rumput-rumput mengandung NARKOBA (NAra sumbeR KOtor BAni umayah&abasiya). bisa berpikir cerdas, misalnya dari 6 Kitab Hadis Shahih mungkin juga setingkat Super SHAHIH, maka bila dipereteli satu-demi satu tidak ada secuilpun hadis-hadis yang tersambung kepada Imam Ali as, Imam Hasan as, Imam Husein as, apalagi ke Fatimah, sementara Imam Al bersama Rosulullah itu sejak umur 10 tahum, dinikahkan kepada putrinya, dan selama berkeluarga tidak sejengkalpun berpisah dengan Rosul, malah pintu-pintu yang terhubung untuk Sahabat disusruh ditutup kecuali Pintu Ali, malah ada Hadis Tandingan, bahwa yang ditutup itu adalah pintu angin yang ada diatas pintu. Ini apa arti semuanya, yang secara tidak langsung sebagian Umat Islam sudah memposisikan, bahwa Rosul lebih mendahulukan Sahabat dari pada Keluarganya dan ini pasti bersebrangan dgn Firman-Nya "Selamatkan dirimu dan Kleuargamu dari API NERAKA", mungkinkah Rosul keluar dari Koridor ini, otak yang WARAS akan mengatakn pastilah "IMPOSSIBLE", tapi fakta lapangan seperti itu adanya, maka pertanyaan itu bagi Mukmin Sejati, dia akan mencari terus dan terus berkesinambungan yang pada akhirnya pastilah ada jawabannya. Bagiku jawaban sudah kudapatkan, bagi Para Ayatullah sudah mencatat bahwa ada 500 ayat utuk Imam Ali, tapi bagiku sebagai Mukalid, cukup dgn 6 Srt & Ayat, bahwa KEBENARAN YANG HAKIKI hanyalah ada pada Keluarga Rosul bukan SELAINNYA, dan akhir-akhir ini ternyata dengan Pembuktian Number yang ada pada Srt & Ayat cukup dengan 3 Surat saja yaitu :

    1. Al Baqarah [2]: 124, Lukman [31]:13 dan As-Syura [42]:23

    1. Srt & Ayat yang PERTAMA, itu adalah Kriteria sbg Pewaris Rosul.
    2. Berikutnya adalah definisi untuk kata "DHALIMIN".
    3. Untuk Srt & Ayat yang terakhir, bisa dipahami dari dua (2) sisi, yaitu :

    a. Bila sebagian besar umat mematuhi Perintah-Nya dan sesuai dengan Harapan Nabi-Nya, maka bilangan-bilangan yang ada pada :
    Surat : 42, Jumlahkan adalah 6, maka didalam angka 6 ini terkandung Sejumlah Ulil Amri Minkum, UAM,(13 Orang), yaitu :
    1. UAM yang nama Awalnya Muhammad ada = 4,
    2. UAM yang nama Awalnya Ali, ada = 4,
    3. UAM yang nama Awalnya Hasan, ada = 2,
    4. UAM yang nama Awalnya Husein, ada = 1,
    5. UAM yang nama Awalnya Ja'far Shodik ada = 1,
    6. UAM yang nama Awalnya, Musa al Kazim, ada = 1,

    Maka Jumlahnya ada 13 UAM, namun ketika Rosul Wafat, maka tinggallah 12 dan ini cocok dengan Kitab Hadisnya Buchori dan Muslim, sementara bagi Non Syiah yang memiliki Kitab tersebut, sampai KIAMATpun tak mungki dan tak akan PERNAH bisa membuktikannya, dengan demikian akankah SYIAH itu SESAT, wahai Manusia yang CERDAS.

    Jumlah kan ayat (23) : 2+3=5, siapa mereka, yaitu :
    1. Muhammad SAW.
    2. Fatimah Az Zahra.
    3. Penerus Rosulullah, yaitu Para Washi yang terdiri dari :
    3.1 Ali bin Abi Thalib kw.
    3.2 Imam Hasan as,
    3.3. Imam Husein as,
    Jumlankan Srt & ayat = 4+2+2+3=11=1+1`= 2, siapa mereka
    1. Muhammad SAW.
    2. Khadijah (Istri Pertama Rosul), yang melahirkan Fatimah Az Zahra.

    BalasHapus
    Balasan
    1. b. Fakta Lapangan bertentangan dengan Perintah-Nya dan Harapan Nabi-Nya.

      1. Bilangan pd Srt 42 = 4 + 2 =6, adalah terdiri dari 3 & 3, Siapa mereka :

      2. mereka terdiri dari Perorangan & Kelompok, yaitu :
      2.1 Khlaifah A.
      2.2 Khalifah B,
      2.3 Khlaifah C, dan dari Kelompok :

      2.1 Kelompok Bani D,
      2.2 Kelompok Bani E,
      2.3 Kelompo F.

      Bagaimana dengan bilangan ayat 23 = 2 + 3 = 5, siapa mereka :
      1. Khalifah A,
      2. Khalifah B,
      3. Khalifah C & Kelompok Bani D,
      4. Kelompok Bani E.
      5. Kelompok F
      Bagaimana bila bilangan Srt & Ayat dijumlah :
      4+2+2+3 = 11, ternyata karena ulah kelompok Bani D & E, maka UAM dari 12, yang terbunuh hanya 11, jadi dari hitungan ini, maka aku yakin bahwa Imam Mahdi di Ghaibkan oleh Allah SWT, yang sebetulnya sejak dikandung oleh ibunya Kelompok E berusaha mati-matian mengamati Istri-istri Imam Hasan, namun mereka selalu gagal memperoleh beritanya dari mata-mata yang disebarkan, gagal untuk memperoleh beritanya. Disinilah kebenaran, bahwa MAKAR ALLAH SWT jauh lebih cantik dan Indah, maka benarnya akan KEMAHA AGUNGANNYA, sehingga Keyakinan aku sejak tahun 1978 bahwa : Akal, Firman-Nya, Sunnah Nabi-Nya, Sunatullah satu sama lain tak pernah bertabrakan, tapi saling mendukung dan coba;
      Jumlahkan angka 11 : 1+1 = 2, yang tidak lain adalah :
      1. Khalifah A dan,
      2. Khalifah B, yang hadir di Balairung Bani Saqifah yang melahirkan Khalifah A dan tersingkirnya Imam Ali dari Percaturan Politik sampai waktu tertentu dimana ketidaknya sudah mendem dibumi Allah SWT, muncullah Imam Ali & Hasan walau dalam periode waktu yang pendek sudah bisa melahirkan sebuah Buku Rujukan untuk mengetahui Siapa Muawiyah dan Siapa Ali, maka sampai Kiamat Islam hanya terbagi dua saja :

      Islam Kelompok Bani Umayyah, dan
      Islam Kelompok Ali, Syiah 12 Imam yang sudah terbukti secara MATHEMATIS dan Hadis, jadi benarlah :
      Akal, Kalam-Nya, Sunnah Nabi-Nya dan Sunatullah tak pernah bersebrangan, kecuali dengan NAFSU pasti berlawanan 1q80 derajat. Mari kita buktikan kedepannya, cerita ini masih panjang, kecuali sudah Kehendak-Nya, maka Dunia akan berakhir dgn Kiyamat Kubro. Salam

      Hapus
    2. ....dimana "ketidaknya", maksudnya "KETIGANYA"

      Hapus
    3. matematika syiah gitu ya ? bilangan surat (42) = 4+2 = 6 = 3+3..apa hrs begitu ? lalu boleh gak dijadikan (42) = 4- 2 = 2 = 1+1 artinya dari keluarga fatimah hanya Ali dan Hasan yg berkuasa ? lainnya tdk pernah jadi khalifah maka hadis ttg 12 khalifah yg ditafsirkan komeni and the gang gak kebukti....ilmu cocok kologi syiah

      Hapus
    4. Taspirin itu pandai lho....
      Tapi otaknya dikit.... Lalu mengecil... Terus mengecil..... Lama lama tak ada otaknya.....
      Itu ramalan kode buntut gan....

      Hapus
    5. T... Tak ada otak
      A... Anjing pandai itung
      S... Suka bohong
      P... Pandai ramal kode buntut
      I... Islam KTP
      R... Raja singa penyakitnya
      I.... Ingin mati kafir
      N... Najis kaya babi....

      Hapus
  4. kayaknya ada anak hasil undian mut'ah sedang bertaqiya yayayayaya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. si ipin dg ilmu cocok kologi lg broswing rumus matematika ngitung si madi dan yg didapet dg bilangan ayat 23 siapa mrk ? adalah 23 = 2+3 = 5 = 4 + 1 + 0 artinya 4 duta bikin/ngarang ttg 1 madi sembunyi. (0 artinya fiktif dan gak pernah ada )....cocok gak pin ?

      Hapus
  5. Taspirin Adiwijaya mau menjerumuskan pengikut Nabi Muhammad SAW dengan cara yg halus? :)

    BalasHapus
  6. Jangan2 taspirin ini lahir dari nikah mut'ah para ortunya kemudian diundi untuk menentukan siapa bapaknya.

    BalasHapus
  7. Taspirin nih bapakx g jelas kali, muga2 diberi hidayah…
    Qta smua, muga g trjerumus

    BalasHapus