Minggu, 30 Desember 2012

Derita Muslim Ahwaz dari Penjajah Syi'ah Iran









Penyiksaan terhadap warga Ahwaz yang mayoritas adalah Ahlussunnah etnis Arab terus berlangsung. Akan tetapi karena media massa tidak berada di tangan mereka, maka dunia Islam pun tak tahu tentang mereka.

Mereka terus berjuang untuk merebut kembali wilayah mereka dari Penjajah Iran yang selama ini merampas kekayaan alam mereka, yaitu minyak. Di samping menindas mereka karena perbedaan etnis dan ideologi. Sebab Syi’ah Iran adalah etnis Persia yang sejak dulu terkenal sangat membenci bangsa Arab, apalagi yang Ahlussunnah.

Oleh karena itu, siapa pun yang mencoba melawan penjajah Iran, riwayatnya akan berakhir di tiang gantungan, atau ditembus timah panas. Dan hal ini sangat sering terjadi,

Ahwaz adalah sebuah wilayah yg jauh lebih luas dari Palestina, sekitar 375.000 Km persegi, dan dihuni oleh 8 juta jiwa. Ia terletak di perbatasan antara Irak dan Iran, dan meliputi semenanjung Teluk Arab, hingga bila dilihat secara geografis, bentuknya seperti bulan sabit.


Wilayah ini dikenal juga dengan nama Arabistan atau Khuzistan. Bahasa warganya adalah bahasa Arab, dan mereka telah mendiami wilayah tersebut sejak 500 tahun lalu.

Awalnya, warga Ahwaz 99% adalah orang keturunan Arab, sedangkan sisanya Persi. Namun kini jumlah mereka mulai berkurang hingga mencapai 95% saja.

Ahwaz adalah daerah penghasil minyak terbesar di Iran, dan nomor tiga di dunia. Akan tetapi, banyak dari warganya hidup dalam kemiskinan yang cukup mengenaskan. Kondisi mereka sangat mirip dengan saudara-saudara kita di Palestina yg dijajah oleh Yahudi sejak tahun 1967. Bahkan tidak berlebihan bila dikatakan bahwa warga Ahwaz mengalami penindasan yg lebih parah dari Palestina. Mengapa? Sebab mereka dijajah oleh Majusi Iran (Syi’ah) sejak tahun 1925, yakni 42 tahun lebih dulu dari penjajahan Zionis atas Palestina.

38 komentar:

  1. ya Allah semoga kaum sunni,yaitu kaum yang mngikuti ajaran Al - Qur'an dan As - Sunnah selalu mndapatkan keberkahan di sisi Mu. dan Kuatkan lah Iman hambamu ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. 3. Islam, akan pecah menjadi 73 Golongan dan hanya satu (1) yang selamat, dan ini dapat diklasifikasikan menjadi :

      A. Islam secara Umum, dapat dikategorikan menjadi :
      1. Islam Mazhab Maliki.
      2. Islam Mazhab Hanafi.
      3. Islam Mazhab Syafe’i.
      4. Islam Mazhab Hambali.
      5. Islam Mazhab Ja’fari.

      Yang kelima ini ditolak oleh Majority, dan diikuti oleh Minoritas.

      B. Islam secara Khusus, terbagi atas :

      I. Islam Syiah Muawiyah/Abasiyah/Osmaniyah/Majority; disebut : SUNNI, yang terbagi kedalam,
      1.1 Islam Mazhab Maliki.
      1.2 Islam Mazhab Hanafi.
      1.3 Islam Mazhab Syafe’i..
      1.4 Islam Mazhab Hambali.
      1.5 Islam Sempalan SUNNI : Ahmadiyah.

      II. Islam Syiah, terbagi atas :
      2.1 Islam Syiah Gulat, Syiah yang menjadikan Ali as, sebagai Tuhan.
      2.2 Islam Syiah Ismailiayah, hanya mengenal 7 Imam, selebihnya (5) tidak diyakini.
      2.3 Islam Syiah Zaidiyah, meyakini 12 Imam, dengan memasukan 3 Khalifah yang awal, yang berarti ke 3 yang syah dihilingkan, kemungkinan sebagai hasil rekonsialisasi diantara umat, bukan Penugasan Tuhannya.
      2.4 Islam Syiah Ali dengan 12 Imam.

      12 Imam ini terindikasi dalam Kitab hadist shahih Buchori dan Muslim dengan penyebutannya 12 Amir atau 12 Khalifah, disebutkan bahwa :

      “Islam akan jaya samapi Yaumul Kiamah dan kalian pernah dipimpin oleh 12 Amir atau 12 Khalifah.”

      Hapus
    2. Adapun dasar tentang 12 Imam ini adalah :

      1. Al Azhab [33]:[33]
      “dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”

      Inilah Program Allah SWT untuk Long Strategic dakwah Islam, sampai Yaumul Kiamah, tentunya dengan Kemaksuman ini bukan sekedar hadiah karena ada garis turunan kepada Nabi, namun mereka ini dipersiapkan sebagai Mizan untuk Pengukur akan KEBENARAN dan KESESATAN, dan sekaligus dirinya sudah mampu menyerap apa yang Rosulullah sampaikan kepada mereka, yang akan bertindak sebagai Rujukan, Pengayom dan Pelindung Risalahnya dan pelindung bagi Para Kaum Yang Lemah.

      2. Asy Syuura [42]:[23] : “Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. Katakanlah: "Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan (Seharusnya Keluargaku)". Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”

      Ini Perintah-Nya dan harapan Nabi-Nya, agar umat menjaganya secara baik dan benar, karena mereka adalah pelita untuk menerangi saat terjadi kegelapan, bagaikan bintang-bintang yang cemerlang yang menampakkan dirinya ketika malam tiba, agar para pelaut tidak tersesat dan tenggelam kedasar lautan, sementara Ahlulbayt adalah penjaga, pengayom Risalah-Nya agar Umat tidak tesesat dan berjalan di bumi dengan kejelasan yang nyata, tidak meraba-raba tapi pasti, karena pelita – hati selalul menyertainya dan mendampingi bagi umat yang meyakininya, bahwa benar mereka adalah washi-washi yang mempunyai tugas berat untuk menghantar Risalah Nabinya sampai ketitik akhir kehidupan setiap Insan.

      Namun kenyataan yang ada dilapangan, sebagian besar Umat tidak memenuhu Perintah-Nya dan Harapan Nabi-Nya, karena ternyata,

      Bani Umayyah melakukan pembunuhan melalui tentaranya dan genocide via racun yang ditaruh pada makanannya, terhadap ;

      1. Hasan al Mujtaba as, bin Ali bin Abi Thalib. (disajikan via istrinya atas perintah Muawiyah)
      2. Husein asy Syuhada as, bin Ali bin Abi Thalib.
      3. Imam Ali, Zainal Abidi as Sajjad as, bin Husein.
      4. Imam Muhammad al Baqir as, bin Ali.

      Setelah runtuhnya Pemerintahan Bani Umayah, melalui peperangan (Saling Membunuh) oleh Bani Abasiyah (An-Nisa 93 terabaikan), berhasil melenyapkan Keluarga Rosul yang terdiri dari :

      1. Imam Ja’far as-Shodik as, bin Muhammad.
      2. Imam Musa al Kazim as, bin Ja’far.
      3. Imam Ali ar Ridho as, bin Musa.
      4. Imam Muhammad al Jawad as, bin Ali
      5. Imam Ali al Hadi as, bin Muhammad.
      6. Imam Hasan al Askari as bin Ali

      Hapus
    3. 3. An-Nisa [4]:[59] : “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

      Setelah umat menjaganya secara benar, maka Allah SWT, memerintahkannya agar taat kepada 3 (tiga) Pilar Penyangga, yaitu :

      3.1 Allah SWT, Yang Mahakudus.
      3.2 Rosul, yang Maksum.
      3.3 Para Washi (Ulil Amri Minkum, UAM), yang juga Maksum.

      Bagiku, akan mudah sekali melihat dimana simpangan itu terjadi antara KETAKWAAN dan KEFASIKAN, antara KEBENARAN dan KEBATILAN, antara SYIAH dan NON SYIAH (SUNNI).

      Berseminya KEBATILAN, diawali dengan gugurnya Imam Ali bin Abi Thalib as, oleh silaknatullah Abdurachman bin Muljam, seorang Khawarij yang nuntut balas atas kematian Ayah dan Kakaknya, yang mati ketika Perang Nahrawan, calon istrinya nan cantik, bagaikan Universe dari Kuffah pada abad itu, yang menuntut maharnya kepada dia dengan Maharnya “ Berupa Kematian Imam Ali”. Kemudian disusul oleh wafatnya Imam Husein, asy Syuhada, karena beliau as dituntut oleh Yajid untuk “Membaiat Dirinya menjadi Khalifah atas kematian saudaranya, Muawiyah”, dia berjanji akan mengejar beliau as dan membunuhnya, hatta didepan Ka’bahpun dia sanggup untuk melenyapkannya, maka beliau as untuk tidak mengotori kesucian Ka’bah, maka sebelum selesai Haji Wada, beliau as keluar dari Makkah untuk memenuhi ratusan surat dari Kuffah yang menghendaik beliau as dapat memimpin Umat Islam disana, sebagai pengganti atas kematian Muawiyah. Hal ini tercium oleh Yajid, maka segera dia menyiapkan orang-orangnya yang loyal kepada dirinya untuk mempengaruhi Para Pejabat dengan kedudukan yang menggiurkan dan kepada para pengikut (Syiah) yang lemah dilakukan ancaman dengan pembunuhan, maka sebagian besar pendukung Imam Husein as, mulai melepaskan baiat kepadanya as, dan tuduhan orang-orang non Syiah, bahwa yang membunuh adalah orang-orang Syiah secara letterlijk/tampak luar, benar adanya, namun dari kaidah pergaulan, setiap penghianatan, tidak bisa tetap sebagai “pengikut”, tapi dia adalah Penghianat dengan segala Konsekwensi Logisnya yang menyertainya.

      Hapus
    4. Terkait dengan Surat & Ayat diatas, maka ketika Imam Husein as, terjerebab ketanah dan menemui Kesyahidannya, maka otomatis yang berkuasa adalah : “Silaknatullah Yajid”, mungkinkah Surat dan Ayat diatas, masih relevant untuk dirinya, maka bagi yang merasa “Itu adalah Benar”, Surat dan Ayat tsb. Dapat saya tamsilkan, bahwa “Allah SWT telah memerintahkan Manusia/Umat Islam untuk sujud ke SYEITAN”---Mungkinkah seperti itu? Mungkin untuk Non Syiah, tapi tidak untuk Syiah, kenapa karena Imam Zainal Abidin as, sedang berbaring sakit dan kondisinya masih lemah, sehingga ayahnya sebelum menemui ajalnya sudah wanti-wanti menitipkan wasiatnya kepada adiknya, Zainab, agar putranya tidak melakukan Balas Dendam atas kematian dirinya (ayahnya), karena syariat telah menetapkan tidak wajibnya berjihad ketika kondisinya sakit, dan sebenarnya Imam Baqirpun as, masih berumur 3 tahun dan semuanya berada didalam Kemah di padang pasir yang sangat menyengat panasnya, maka semuanya dalam kondisi kehausan yang sangat, sebelum satu persatu pendukung Imam Husein as, berjatuhan dengan kondisi badan terkoyak-koyak oleh sabetan pedang dan mereka semua menemui kesyahidan, termasuk Imam as dengan kepalanya terpenggal dari badannya.

      Bagi Syiah, tetap Ulil Amri Minkum (UAM) adalah Imam Zainal Abidin as, sebagai tempat rujukan, untuk meminta fatwa dan nasihat semua aspek kehidupan dunia dan ukhrowi, secara teratur bergantian sesuai waktunya dan seperti apa yang telah diutarakan oleh Rosulullah ketika masih hidup disetiap kesempatan didepan umatnya.

      Disini juga dapat dibuktikan dengan bantaun Bilangan yang terindikasi dalam Surat dan Ayat, yaitu :

      A. Bilangan 4, adalah mereka merupakan Awalun UAM dan Calon Pelanjut UAM, ketika Rosul saw wafat, yaitu :
      1. Muhammad SAW.
      2. Ali bin Abi Thalib, al Murtadho as.
      3. Hasan al Mujtaba as, bin Ali bin Abi Thalib.
      4. Husein asy Syuhada as, bin Ali bin Abi Thalib.
      B. Adapun bilangan [4]:[59], maka dengan cara menambahkan satu sama lainnya, maka menjadi :
      459 = 4 + 5 + 9= 18= 1 + 8 = 9, maka dalam bilangan ini terdapat sejumlah UAM yang terlahir dari Zuriyat Imam Husein as, yang akan melanjutkan Penerus Awal UAM, ketika kehidupan mereka sudah berakhir, yaitu terdiri dari :

      1. Imam Ali, Zainal Abidi as Sajjad as, bin Husein.
      2. Imam Muhammad al Baqir as, bin Ali.
      3. Imam Ja’far as-Shodik as, bin Muhammad.
      4. Imam Musa al Kazim as, bin Ja’far.
      5. Imam Ali ar Ridho as, bin Musa.
      6. Imam Muhammad al Jawad as, bin Ali
      7. Imam Ali al Hadi as, bin Muhammad.
      8. Imam Hasan al Askari as bin Ali
      9. Imam Muhammad al Mahdi al Muntazhar as, bin Hasan

      Hapus
    5. C. Adapun bilangan pada Ayat [59], bila bilangan 59, dijumlahkan satu sama lainnya, maka menjadi : 59 = 5 + 9 = 14, ini tidak lain adalah :
      14 Maksumim yang meliputi :

      1. Muhammad SAW.
      2. Fatimah Az Zahra as.
      3. Imam Ali bin Abi Thalib, al Murtadho as.
      4. Imam Hasan al Mujtaba as, bin Ali bin Abi Thalib.
      5. Imam Husein asy Syuhada as, bin Ali bin Abi Thalib.
      6. Imam Ali, Zainal Abidi as Sajjad as, bin Husein.
      7. Imam Muhammad al Baqir as, bin Ali.
      8. Imam Ja’far as-Shodik as, bin Muhammad.
      9. Imam Musa al Kazim as, bin Ja’far.
      10. Imam Ali ar Ridho as, bin Musa.
      11. Imam Muhammad al Jawad as, bin Ali
      12. Imam Ali al Hadi as, bin Muhammad.
      13. Imam Hasan al Askari as bin Ali
      14. Imam Muhammad al Mahdi al Muntazhar as, bin Hasan

      Imam Mahdi a.s telah menasehati Umat dengan menyinggung Surat & Ayat diatas, seperti yang tertera dibawah ini :

      Nasihat Imam Mahdi (di Hari Juma’at)
      No. 5 dari 40 Hadist,
      “ Tidakkah kalian mendengarkan firman Allah SWT : ‘ Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah, taatlah kepada Rosul-Nya dan Ulil Amri Minkum – di antara kalian.” Bukankah kalian mengetahui bahwa perintah-Nya itu mutlak hingga hari kiamat? Engkau lihat Allah SWT menciptakan akal (benteng) untuk kalian, agar kalian mau berpikir (berlindung), dan tanda-tanda agar dijadikan petunjuk dari mulai Nabi Adam hingga Abu Muhammad (Hasan Al Askari) semoga shalawat Allah tercurahkan kepada mereka. Setiap kali satu tanda hilang muncullah tanda yang lain. Bila terbenam bintang yang satu, bersinar bintang yang lainnya dan ketika Allah mencabut ruhnya (Abu Muhammad), kalian menyangka bahwa Allah telah memutuskan sebab antara Dia dan Mahluk-Nya. Tidak! Hal Seperti itu tidak akan pernah terjadi hingga hari kiamat tiba. Ketahuilah bahwa perintah Allah akan terlaksana walaupun mereka enggan.

      No. 6 dari 40 Hadist.
      “ Sesungguhnya Imam Hasan Al-Askari a.s. pergi dengan rasa bahagia setelah berpijak setapak demi setapak pada aturan para pendahulunya dan kini wasiat dan ilmunya jatuh ketangan kami yang menjadi pengganti dan penerusnya. Maka hanya seorang yang zalim dan pendosa yang berani mengambil alih dari kami. Serta hanya pembangkang dan si kafir saja yang berani mengaku telah menjadi penerusnya selain kami. Andai bukan karena perintah Allah dan rahasia-Nya yang tidak boleh ditampakkan tentu akan tampak kebenaran kita bagi kalian yang mengherankan akal kalian dan menghilangkan keraguan kalian. Maka bertakwalah kalian kepada Allah dan serahkanlah serta pasrahkanlah urusan kalian kepada kita.”

      Hapus
    6. 4. Al Baqarah [2]:[124] : “ Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang dzalim (si pelaku kedhaliman, peny.)".
      Adapun Surat dan Ayat ini adalah sebagai Kriteria untuk menggantikan Rosul, yang diteggaskan oleh Allah SWT, tidak ditujukkan atau diperuntukkan kepada “si Pelaku Kedhaliman”, maka untuk mengetahui “Kedhaliman” itu apa?, maka diterangkan didalam Lukman [31]:[13], yang tersebut dibawah ini.

      5. Lukman [31]:[13] : “Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar.”

      Sementara di butir 4 kata DHALIM, adalah isim failun – kata pelaku = Yang telah melakukan, sehingga tidak terikat waktu :Telah, Sedang atau Akan. DHALIMIN = Menyekutukan Tuhan, maka Para Mantan Penyembah Berhala gugur demi Hukum sebagai Pelanjut Rosul.

      6. Al Maidah [5]:[67] : “Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanah-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”

      Rosul sudah beberapa kesempatan selalu mengutamakan Ali as, sebagai keponakan dan mantunya, namun keutamaan ini bukan didasarkan kepada Ashobiyah (Keturunan), tetapi karena kecerdasannya dan selalu siap tampil didepan dalam segala kejadian yang membahayakan jiwanya :

      - Sejak berumur 10 tahun, ketika ada pertemuan dirumah Nabi saw, setelah beliau saw diangkat menjadi Rosul, menanyakan siapa yang akan mendukungnya dan Ali selalu menjawab dirinya akan menjadi Pendukung Rosul, sampai berturut-turut 3 x, tetap hanya Ali yang selalu tampil.
      - Ketika Rosul Saw akan Hijrah ke Madinah bersama Abu Bkar bin Qufahah, dan beliau Saw meminta Ali as menggantikan tidurnya Rosul, sambil ditutup dengan selimut Rosul, dan detik-detik para Quraisy mengendap-endap ke kamar Rosul, Ali as, jelas melihat tindak tanduk mereka dengan pedang terhunus dan pembicaraan jahat diantara mereka, namun ketika selimut itu disingkapkan oleh mereka, yang terlihat hanya sesosok tubuh Ali as, maka mereka urung membunuh Rosul.
      - Ketika para sahabat gagal memimpin penyerangan ke benteng Yahudi di Khaibar, maka keesok harinya pagi-pagi sekali, ketika akan dilakukan penyerangan lagi Rosul saw menanyakan kemana Ali, karena tidak terlihat berkumpul, dan dijawab Ali sedang sakit mata, maka Rosul memanggilnya dan dengan mengusapkan tangan yang penuh Berkah pada kedua mata Ali yang sedang sakit, maka sembuhlah mata tersebut dan panji peperangan diserahkan kepada Ali, dan pintu gerbangpun tercabut dan malah dijadikan tameng Ali, sehingga Yahudi menyerah.

      Hapus
    7. Bagiku kenam Surat & Ayat sudah cukup membuktikan bahwa Kebenaran hanya ada pada KELUARGA ROSUL saja.

      Dan Allah SWT dengan Firman-Nya sudah cukup memberitahukan via QS At-Taubah [9]:[97] :” Orang-orang Arab Badui itu (tentunya yang menohok Rosul dari belakang, peny.), lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”.

      Dan Mayoritas Arab tidak menghendaki Nubuwah dan Immamah dalam satu Bayt.

      Dan ini terditeksi ketika berada di Balairung di Saqifah Bani Sa’diah, siapa yang tampil adalah ABBQ dan UBK dan juga ucapan UBK ketika membentuk 6 Formatur sebagai persiapan untuk menunjuk Penggantinya, yang sudah hampir mendekati KEMATIAN-nya, sementara Rosul Saw (katanya Mayoritas, tidak pernah memikirkan Penggantinya saw), mengatakan bahwa ketika dalam Pemilihan terjadi kondisi 50% : 50% (berimbang), maka salah satu harus pindah dimana Abdurachman bin Auf (ABA) berada, bila tidak mau maka tebaslah lehernya, jadi inilah Musyawarah ala Mantan Jahiliyah, jadi dapat disimpulkan, bahwa kesamaan di :

      Yahudi, personil yang bermasalah adalah : Bin Petet, Datam dan Diran, tapi protes Nabinya masih hidup, sementara di Islam, terjadi Perubahan setelah Nabinya Wafat (tiada alias menohok dari belakang) adalah : ABBQ, UBK dan ABA). Usman hanya korban dari ambisiusnya para sahabat Rosul untuk berkuasa, bukan karena panggilan agamanya.

      Teguran Allah SWT terjadi ketika telah usai Haji Wada (Haji Perpisahan), melalui Al Maidah [5]:[67], maka terkenallah Hadis Ghadir Khum, sebagai Amiril Mukminin, dan baik ABBQ, UBK dan UBA, sudah memberikan selamat kepada beliau as.

      Adapaun baik hadis Wejangan Terakhir Rosulullah,ataupun Hadis “Saya Kota Ilmu dan Ali adalah Pintunya (Pintu Ilmu)”, dianggap oleh Majority “DHAIF”, namun fakta lapangan dengan adanya Kitab NAHJUL BALAGHAH, yang ditulis oleh Syeikh Radhi dan telah disyarahkan oleh Abduh, ulama beken dan termasyhur dari Mesir, yang menyatakan bahwa BENAR itu ucapan Sayidina Ali kw, dan setelah saya sendiri membacanya, maka saya bisa mengklasifikasikan Islam seperti diatas.

      Ada kelucuan yang mungkin anak SD ataupun SMP yang cerdas pun pasti ungkapan dibawah ini akan menjadi bahan tertawaan sampai menjelang Yaumul Kiamah, yaitu :
      Menariknya di sini kemudian Ibnu Katsir menambahkan, “ Bahwa yg dimaksud dgn 12 khalifah tsb bukanlah 12 Imam yang diyakini oleh Syiah Itsna ‘Asyariah karena kebodohan mereka dan ceteknya akal mereka.” Kata Ibnu Katsir, “li jahlihim wa qillati ‘aqlihim”.
      Ibnu Katsir juga aneh dia katakan KEBODOHAN KEPADA SYIAH, tapi dia sendiri dan Mayoritas Muslim (SUNNI) tidak mungkin bisa membuktikan TTG 12 Amir atau 12 Khalifah yang ada dalam kitab Hadis shahih mereka sendiri, karena :
      Selama Periode Bani Umayah berkuasa, totalnya 14 Khalifah
      Bani Abasiyah : 37 Khalifah
      Osmaniyah : lebih banyak lagi (=X??), jadi totalnya 14+37+X = 12
      Jadi yang BODOH itu siapa sebenarnya??.

      Hapus
    8. Yang paling TELAK adalah, seandainya mereka tidak DOGMATIS BUTA, maka dalam 6 (enam) Kitab Hadist Shahih, maka tidak secuilpun Perowi Hadis yang terhubung kepada KELUARGA ROSUL, apa ini artinya semua seolah-olah :

      Pasca Rosul Wafat, terjadi GEMPA BUMI (Ini misal saja), yang menewaskan Keluarga Rosul, namun yang selamat hanya PARA SAHABAT Rosul saja, sehingga Umat berikutnya hanya tahu cerita hadist dari mereka yang terselamatkan (Apa Iya Seperti Ini).

      Yang lebih aneh lagi, dengan suatu keyakinan yang membahana tentang Figur Abdullah bin Saba yang nyelusup kedalam Islam, namun masuk atau nyelinap ke Kelompok Siapa?, kepada Ali as kah, atau kepada Muawiyah Cs.

      Kalau ke Kelompok Ali as, sehingga beliau as terprovokasi oleh rayuan si dajjal tsb, maka naïf sekali cara pikir Imam Ali as, dan korban yang terjadi adalah :

      Zubair bin Awam, beliau tampil dalam peperangan Siffin, namun sebelum terjadi kontak senjata, Imam Ali as, menasehati dengan tepat dan dapat diterima oleh Zubair bin Awam, maka diapun mengundurkan diri dari pertempuran, namun setelah berada di garis belakang, seseorang telah memanahnya dan tewaslah dia.

      Demikian juga Thalhah, yang sudah terprovokasi oleh Istri Nabi, yang tidak senang kepada Imam Ali as, sebagai pengganti Khalifah Usman bin Affan , pada saat sudah mulai berkecamuk pertempuran, maka Khalid bin Walid meluncurkan panahnya ketubuh Thalhah, yang diyakini olehnya dialah biang keladi terbunuhnya Usman bin Affan. Tewaslah Thalhah dan konon ada hadist tentang 10 Sahabat Nabi dijamin ke Surga, termasuk kedua orang tersebut diatas.

      Aku pribadi ragu akan hadist ini, kenapa maka acuannya adalah An Nisa [4]:[59], renungkan cuplikannya : “Taatil Allah, taati Rosul dan Ulil Amri Minkum…….. Ini artinya Perintah-Nya mutlak untuk seluruh umat Islam dari awal sampai Yaumil Kiamah”. Perhatikan An Anfal [8]:[1] : “………………….Taati Allah, taati Rosul jiika kalian beriman……”.. Setiap gerak dan ucapan Rosul pasti Jibril dan Allah SWT akan selalu membimbingnya dan melindunginya, karena sedikitpun beliau saw tidak boleh ada celah salah, karena ini akan menjadi RUJUKAN semua Manusia yang ada di Dunia, sementara kedua sahabatnya juga istrinya, melakukan pelanggaran, mungkinkah Jibril dan Tuhannya membiarkan Rosul mengatakan bahwa 10 orang yang termasuk kedua sahabatnya yang tewas, padahal keduanya melanggar Firman-Nya, menjamin ke Surga, yang artinya Allah SWT, mencla mencle atas Keputusan-Nya, walaupun ada Hak Preogratif-Nya, sementara firman-Nya “Bahwa ketidak teguhan pendirian hanya datang dari manusia alias mahluk bukan Khalik”, jadi jelas hadist ini produk manusia selain Rosul atau diatasnamakan kepada Rosul, maka timbullah Fitnah terjadi diantaranya, sampai Yaumul Kiamah.

      Hapus
    9. Namun, bagiku yang sudah melakukan Pencarian Kebenaran Yang Hakiki, sejak 1978 s/d 1996, dengan terangkatnya Imam Ali as, sebagai Khalifah ke 4 (empat) pasca Rosulullah SAW wafat, merupakan Blessing In Disguise, yaitu mempermudah membuat Alur Pecahnya Umat Islam menjadi 2 (dua) Kelompok.

      Aisyah menjadi tawanan Imam Ali as, namun sebelumnya ketika awal melakukan penyerangan, Aisyah, Thalhah dan Zubair bin Awam, melewati Basrah dan menemui Gubernur Basrah, yang tidak melakukan perlawanan apapun kepada tentara yang mendatangi kotanya dan dia adalah seorang Penjabat Pengumpul Zakat Imam Ali as, maka dengan perintahnya agar tentaranya menghukum mati dengan disembelihnya plus para penjabat yang terkait dengannya. Disini Penulis hanya merasa kecewa saja, walaupun sudah jelas bila mengacu kepada An-Nisa 59 dan An-Nisa 93, kemana mereka akan kembalinya di Yaumul Kiamah, namun ini tetap menjadai Ranah Illahi dan Hak Preogratif Allah SWT, yang tidak bisa diinterupsi oleh Cara Pikir Manusia, semuanya terjadi atas Ijin-Nya atau Ridho-Nya dan hanya diri-Nya saja Yang Maha Tahu.

      Ijin-Nya, maka Konsekwensi Logisnya akan berdampak kepada Hasil yang Negatif.

      Ridho-Nya, maka Konsekwensi Logisnya, pasti dan pasti berdampak kepada Hasil yang Positif.

      Bila klita semuanya Jujur kepada diri kita masing-masing, maka melalui Bilangan Surat dan Ayat Al Maidah [5]:[67], terselip suatu Kode tentang, siapa yang ada didalam bilangan tsb, masing-masingnya, yaitu :

      Bilangan 5, siapa yang ada didalamnya :

      1. Muhammad SAW,
      2. Fatimah az Zahra as,
      3. Pelanjut Ulil Amri Minkum (UAM), pasca Rosul wafat, yaitu :
      3.1 Imam Ali, al Murthado as,, bin Abi Thalib.
      3.2 Imam Hasan, al Mujtaba as, bin Ali bin Abi Thalib.
      3.3 Imam Husein, asy Syuhada as bin Ali bin Abi Thalib
      Bilangan [5][67], ditambahkan satu sama lainnya, maka : 567=5 + 6 + 7 = 18 = 1 + 8 = 9, siapa yang ada didalamnya :
      Ini adalah Pelanjut dari Awalun UAM tersebut diatas yang terlahir dari zuriyat Imam Husein as, yaitu :
      1. Imam Ali, Zainal Abidin as Sajjad as, bin Husein.
      2. Imam Muhammad, al Baqir as, bin Ali.
      3. Imam Ja’far as Shodik as, bin Muhammad.
      4. Imam Musa al Kazim as, bin Ja’far.
      5. Imam Ali ar Ridho as, bin Musa.
      6. Imam Muhammad al Jawad as, bin Ali.
      7. Imam Ali al Hadi as, bin Muhammad.
      8. Imam Hasan as Askari as bin Ali.
      9. Imam Muhammad al Mahdi al Muntazhar as, bin Hasan.

      Adapun bilangan dalam ayat [67],
      Bilangan [67], ditambahakan maka :
      67 =6+7 = 13, siapakah mereka yaitu :
      1. Muhammad SAW.
      2. Imam Ali, al Murthado as,, bin Abi Thalib.
      3. Imam Hasan, al Mujtaba as, bin Ali bin Abi Thalib.
      4. Imam Husein, asy Syuhada as bin Ali bin Abi Thalib
      5. Imam Ali, Zainal Abidin as Sajjad as, bin Husein.
      6. Imam Muhammad, al Baqir as, bin Ali.
      7. Imam Ja’far as Shodik as, bin Muhammad.
      8. Imam Musa al Kazim as, bin Ja’far.
      9. Imam Ali ar Ridho as, bin Musa.
      10. Imam Muhammad al Jawad as, bin Ali.
      11. Imam Ali al Hadi as, bin Muhammad.
      12. Imam Hasan as Askari as bin Ali.
      13. Imam Muhammad al Mahdi al Muntazhar as, bin Hasan.

      Hapus
    10. Selanjutnya bilangan 13, ditambahkan lagi satu sama lainnya, maka menjadi :
      13 = 1+ 3 = 4, tahukah anda siapa mereka :
      1. Muhammad SAW.
      2. Siti Khadijah al Kubro, istri pertama Rosul yang telah melahirkan Siti Fatimah az Zahra, yang hamil ketika Rosul kembali dari Sidratul Muntaha, dan beliau saw telah diijinkan oleh Allah SWT untuk menghampir Taman Nan Suci dan mencicipi buah Apel disana dan setelah itu beliau SAW turun dan tidak lama berselang, maka Khadijahpun hamil dan melahirkan Fatimah Az Zahra as.
      3. Fatimah Az Zahra as.
      4. Imam Ali bin Abi Thalib as.
      Kalian yang membaca ini boleh tidak percaya kepada tulisan ini, karena sedikitpun tidak dikutip dari Para Ulama Syiah, kecuali nama-nama Para Washi itu 100% memang ada didalam kitab-kitab Syiah, karena hasil Revolusi Islam Iran, maka sejak tahun 1996, saya mengenal dengan jelas sekali siapa gerangan yang dimaksud dengan Keluarga Rosul yang sebelumnya aku hanya mengenal :
      1. Fatimah Az Zahra as.
      2. Sayidina Ali bin Abi Thalib kw.
      3. Hasan bin Ali bin Abi Thalib.
      4. Husein bin Ali bin Abi Thalib.
      Itupun dengan hanya CERPEN saja, sementara hadist, ahlaknya, amalannya tidak pernah aku mengetahuinya, namun setelah Revolusi Islam Iran (1979), dengan mengalirnya terjemahan buku-buku dari Iran, luar biasa hasilnya begitu revolusioner cara pandangku tentang Islam dan lebih lengkap dan meyakinkan, malah begitu hambarnya melihat Islam diluar Mazhab Ahlul Bayt dan fakta lapangan kontradiktif dengan Nash maupun Sunnah, malah hadist-hadist dibawah ini terurai lengkap dan Logik alias tidak berlawanan dengan Logika, walaupun pihak luar menganggapnya sebagai Dogmatis Buta, seperti :
      a. Perbedaan Umatku menjadi Rahmat.
      b. Ijtihad benar Pahala 2 (dua) Ijtihad Salah Pahala 1 (satu).
      c. Sergahan Imam Ali as, ketika dibangunkan oleh Rosul untuk sholat Malam/tahajud, walaupun terdapat dlam Kitab Hadist Shahih al Buchori
      d. Imam Ali as, meminta kepada Miqdad untuk menanyakan Maji itu najis atau bukan kepada Rosul.

      Tulisan diatas hanya cuplikan beberapa yang melintas dalam Alam Pikiran saya selama beragama Islam sejak lahir sampai tahun 1996, maka koreksi yang aku dapatkan adalah :
      Untuk Butir a), doreksi oleh Imam Ja’far Shodik (Imam ke 6 Syiah Ali), agar mengacu kepada at Taubah 122, dan ketika selesai membaca terjemahannya, maka kseimpulannya Manusia terbagi menjadi 2 (dua) Kelompok yaitu :
      1. Kelompok Mujtahid.
      2. Kelompok Mukalid (Awam, Intelek Muslim yang keilmuannya tidak terkait dengan Ad-Din baik dia itu Prof, DR, S2, S1, walaupun paham bahasa Arab).
      Untuk Butir b), saya punya keyakinan Hadist ini diproduksi ketika Bani Umayyah memegang Kekuasaan, maksudnya untuk menganulir semua perbuatan para sahabat Rosul saw yang melakukan kesalahan ketika masa hidupnya pasca Rosul wafat, karena jelas Agama ini harus utuh bersih dan meyakinkan sampai mencapai Yaumul Kiamah, sehingga Logik bila Allah SWT, minta pertanggung jawaban kepada Manusia, karena para Pengayom, Penjaga Risalahnya untuk menimbang Kebenaran dan Kesesatan exist selamanya.
      Untuk Butir c), Ini juga disisipkan oleh tangan-tangan kotor, namun kalao dilihat pola kalimatnya terlahir dari manusia dengan Pola Pikir Jabariyah (Keterpaksaan, yaitu segala Perbuatan Baik dan Salah itu dari Allah SWT), kenapa karena didalam Kitab Madinah Balaghah, Rosul berunjar Bangun Ali, Sholat Tahajud, Sholat Tahajud, Sholat Tahjud, Sholat Zhuhur dan Sholat Zhuhur…….), mana mungkin baliau as akan berkilah kepadanya saw, sementara untuk menggantikan Rosul saw ditempat tidurnya saw belaiu menyanggupinya tanpa syarat apapun kecuali, pertanyaan “Selamatkah anda Ya Rosul tanpa dirinya”, Rosulpun mengiyakannya). Disini perlu perenungan yang kuat dari semua aspek bukan hanya terpaku pada leterlijk ansich.

      Hapus
    11. Butir d), inipun tidak masuk akal karena info dari Mazhab Ahlul Bayt, malah Imam Ali as, semasa hidupnya tak pernah berjauhan dengan Rosul saw, beliau as selalu diberi wejangan oleh Rosul saw, dalam setiap kesempatan, hatta mertuanya (ABBQ) bila berkunjung kepada Rosul saw dan beliau saw masih sibuk membahas sesuatu dengan Imam Ali as, maka melalui putrinya (istrinya Rosul saw) agar ABBQ menangguhkan dulu untuk sementara kunjungannya, karena belum selesai pembahasannya dengan Imam Ali as, hal inilah yang sering menjadikan Aisyah tidak senang kepada Imam Ali as. Jadi tidak mungkinlah Imam Ali as, akan menangguhkan pertanyaannya kepada Miqdad, yang mungkin tinggalnya lebih jauh dari pada Imam Ali as, yang hanya bersebelahan dengan Rumah Rosul, yang setiap saat bisa saja bertanya, malah pintu untuk semua sahabat di Mesjid di tutup, kecuali pintu untuk Ali yang tetap terbuka, walaupun ada hadist yang menandinginya, bahwa yang ditutup adalah pintu angin yang ada di pintu (Pelesetan yang hanya mengundang bahan tertawaan untuk orang yang kritis terhadap masalah ini).
      Namun sayang, setelah waktu berlalu dan Risalahpun sampai keumat ini, maka seandainya saja tidak ada Revolusi Islam Iran (RII), maka selamanya aku tak kenal kepada Keluarga Rosul dan sempat RII ini dipandang sebelah mata oleh salah satu Intelektual Muslim Indonesia yang sudah Alm, dia menulis disalah satu Surat Kabar dengan Judul “ Revolusi Islam Yang Mubazir”, padahal yang namanya Mubazir, bila dirujukkan kepada al Qur’an adalah temannya Syeitan, entah apa yang ada dibenak Muslim itu, menulis seperti judul tsb, padahal Imam Khomeini sudah berhasil al Qur’an dan Sunnah menjadi rujukan Undang-Undang Negaranya, sementara mayoritas Negara bekas jajahan Imperialis, hanya meneruskan UU dari penjajah tersebut, tanpa mampu para ulamanya untuk merubahnya menurut ketetapan Illahi.

      Hapus
    12. Pada akhirnya juga mayoritas Muslim kenal Keluarga Rosul, sebatas Ali, Fatimah, Hasan dan Husein dan keutamaannya setandar saja, sama seperti Sahabat Lainnya, tidak ada kelebihan apapun. Ini ironis sekali dan ada kata-kata Imam Ali as, yang perlu menjadi bahan renungan, yaitu :
      • “………..suatu ketika orang yang tak mempunyai Ilmu berkata, bahwa Allah SWT tidak memerlukan Keluarga Rosul”.
      • Imam Ali as, sempat ditanya oleh sahabatnya, tentang apa itu : SUNNAH, BID’AH, JAMAAH dan FIRQOH, beliau menjawab :”Demi Allah, SUNNAH adalah benar adanya dari Rosulullah, BID’AH adalah diluar SUNNAH Rosul, dan Demi Allah bahwa JAMAAH adalah Sekelompok orang-orang yang mempertahankan KEBENARAN, kendati mereka itu SEDIKIT, dan FIRQOH, adalah Sekelompok orang-orang yang memepertahankan KEBATILAN dan mereka itu banyak.”
      • Sesungguhnya awal terjadinya fitnah adalah hawa nafsu yang dituruti, dan hokum (yang diada-adakan) yang bertentangan dengan kitab Allah. Sedang pelaksana hokumnya adalah seorang yang tidak berlandaskan kepada aturan agama Allah SWT. Seandainya kebatilan itu tidak bercampur dengan kebenaran, maka tidak akan samar lagi bagi orang yang mendatanginya. Dan seandainya kebenaran itu murni dari samarnya kebatilan, maka bungkamlah mulut-mulut penentangnya. Namun diambil sebagian dari kebenaran dan sebagian dari kebatilan, kemudian dicampur aduk antara keduanya, dan disitulah syetan mulai memperdaya para pengikutnya. Dan hanya orang-orang yang mendapatkan petunjuk ke arah kebaikan dari Allah SWT yang akan selamat dari tipu daya.
      Paragraph diatas sangat menarik sekali, karena bisa digambarkan kedalam Segitiga “Mirror Image”, dimana segitiga yang satu berwarna putih yang berisi KEBENARAN yang dasarnya dibumi dan puncaknya nembus arasy (Surga), sementara Segita Hitam (Bayangan segitiga putih), dasarnya dibumi dan puncaknya terbalik dibawah bumi dan nembus kedalam kerak-bumi (Neraka). Dan bila Kebatilan dianggap suatu Kebenaran yang dinisbathkan kepada Rosul, maka segitiga hitam akan bergerak keatas untuk menutupi sebagian segitiga putih, maka terbentuklah Bintang Daud (David-Star), sehingga berlakulah Karakter – Yahudi pada para pelakunya tsb.
      Ini bisa dilihat dilapangan pada peristiwa Sampang Jilid 1 & 2, siapa gerangan mereka tidak lain adalah Kelompok Penyerang, kelompok yang anggotanya terbunuh, malah jadi terdakwa, bukankah Peristiwa ini identik dengan yang terjadi di Palestina.

      Hapus
  2. Allahu Akbar... Allah yang akan membalas segala perbuatan manusia..

    BalasHapus
  3. Ya alloh jadikan syurga tempat mereka, dan balaslah perbuatan mereka (syi'ah/rofidoh) dengan balasan yng sangatt pedih fiddun'ya wal'akhiroh

    BalasHapus
  4. serahkan saja semua pada yang berkuasa(Allah).......
    INDONESIA LEBIH DAMAI TANPA KAUM SYI'AH

    BalasHapus
  5. jihad tak lepas dari bagian kaum muslimin

    http://kumpulankonsultasi.blogspot.com/

    BalasHapus
  6. https://fbcdn-video-a.akamaihd.net/hvideo-ak-prn1/v/755065_4350103593261_59415_n.mp4?oh=9897e3c60bc3367638500bb9187ef015&oe=51B68564&__gda__=1370916085_2fa68564c250412d09a24be2f01f629e

    BalasHapus
  7. syiah sesat ,..syiah bukan islam

    BalasHapus
    Balasan
    1. hancurlh syiah..... bakarlh mereka dlm neraka jahanam...

      Hapus
  8. adakah organisasi organisasi yang melawan syi'ah dan memberantasnya di indonesia,

    BalasHapus
  9. Mereka adalah Ahli Surga,smoga Alloh swt merahmati jihad mrk dan keluarganya,Amin. Say no to Syiah!!!

    BalasHapus
  10. SYIAH=ANJING=BANGSAT=BABI
    DELETE DARI MUKA BUMI.. BERIKAN KEKUATAN KE MUJAHIDIN INDONESIA DAN SELURUH INDONESIA.

    BalasHapus
  11. Ya Alloh Ya Alloh... La Haula Wala Quata illa Billah

    BalasHapus
  12. inilah perlunya negara dan undang-undang mengatur melarang pemaksaan keyakinan dengan berbagai modus termasuk yang cara2 jahiliah seperti itu

    BalasHapus
  13. Ya ROBB Hancurkankanlah kaum Syiah laknatullah... di seluruh penjuru dunia atau kelompok yang menamakan diri ahlul bait di indonesia, karena ajaran yg dibawa mereka sangat menyesatkan...

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  15. To Arif BS termasuk juga kaum takfiri (mengkafir bid'ahkan sesama muslim) wahabi salafi pengikut mujassimah yang telah menyerupakan Engkau yaa .. Allah - dengan makhluk-MU.

    BalasHapus
    Balasan
    1. andalah kaum takfiri! syiah telah berani mengkafirkan orang paling mulia no. 2 di dunia setelah nabi muhammad serta putrinya, yaitu abu bakar dan aisyah rodiallohu anhum. semoga alloh menghancurkan syiah dan persia dan semua antek-anteknya dari muka bumi ini! amiin

      Hapus
  16. syiah adalah syiah .... dari segi akidah dan akhlak mereka bukan Islam. Mereka adalah kamuflase dari ajaran Majusi dan Yahudi dengan berkedokkan Islam... mohon lah perlindungan Allah SWT dari paham dan pemikiran Syiah karena mereka (syiah) adalah fitnah terbesar bagi umat islam di dunia.....

    BalasHapus
  17. Astagfirulloh. "Mereka" boleh senang dulu dunia, mereka boleh menang di dunia. Tapi ingatlah kita tidak selamanya di dunia,.

    BalasHapus
  18. pengikut dajjal adalah kaum yahudi dan syiah...semoga Allah melaknat mereka..Amin

    BalasHapus
  19. BANTAI SYIAH....KAPAN KITA MULAI MAS BRO,,,JANGAN DI TUNDA2 LAGI....NTAR KITA KE DULUAN KYAK KRISTEN DI POSO YG MMBANTAI KAUM MUSLIM,,,

    BalasHapus
  20. sblum perang deng syiah laknatullah, sbaiknya kita kuatkan dulu keyakinan kita, syiah itu biadab, suka menyiksa ahli sunnah, dan memaksa untuk masuk agama mrka, kalo kita tertangkap trus disiksa, jngan sampe akidah kita berubah,..

    BalasHapus
  21. Cek dulu kebenaran beritanya...siapa tau itu pengedar narkoba atau senjata,,,jgn cepat melaknat kaum tertentu,terlebih sesama muslim

    BalasHapus
    Balasan
    1. anda menyebut sesama muslim bung ??
      sebutkan satu hal yang membuat anda berpendapat syiah itu bagian dari islam ??

      Hapus
  22. sudah jelas kalo syah itu sesat bukan bagian dari islam

    BalasHapus