Rabu, 20 November 2013

Membersihkan sepatu pezirah makam Imam Husein tidak akan masuk Neraka



Beberapa orang datang dari Iran untuk melayani para peziarah Imam Hussein di Karbala - Irak.

Salah seorang dari mereka berkata, "Tujuan dari pelayanan ini adalah untuk melayani Imam Hussein dengan melayani peziarah yang datang dari berbagai kota ke makam Imam Husein

Mereka juga menyatakan keyakinannya bahwa seorang hamba Imam Hussein tidak akan berada di neraka. Oleh karena itu, mereka datang jauh-jauh dari Teheran dan Hamedan untuk bekerja dalam membersihkan sepatu dari peziarah 'selama empat tahun

Mereka mengungkapkan perasaan mereka bahwa apa yang mereka lakukan akan membuat mereka dekat dengan Imam Hussein dan El-Abbas karena mereka dapat mengekspresikan loyalitas mereka yang dicampur dengan kesedihan karena Imam Hussein.

Kamis, 07 November 2013

PENDETA SYI'AH : FATIMAH ITU ISTRI ALLAH

INI BENAR-BENAR SYIRIK SEPERTI NASRANI!

Pendeta Syiah ini, Ridwan darwish, ditanya kenapa Allah menyebutkan nama Maryam dalam Al-Qur'an terang-terangan sedangkan fatimah Az-Zahrah tidak ada satupun disebutkan secara terang-terangan?

Pertama Pendeta Syiah ini mengartikan nama maryam dengan KHADIMAH/PEMBANTU menganalogikan dengan seorang raja yang memliki istri dan pembantu. Jika istri raja disebutkan di depan khalayak maka sang raja akan marah. tapi kalau pembantu disebutkan di depan umum kalau dia melakukan ini dan itu, maka raja tidak akan marah.

Kemudian Rabi Syiah itu memperjelas, oleh karena itu karena Maryam adalah pembantu Allah maka Allah menyebutkan namanya 20 kali dalam Al-Qur'an, sedangkan Ftimah adalah ISTRI ALLAAAAH, maka Allah sembunyikan namanya dan tidak menyebutkan di dalam Al-Qur'an.

TA'ALALLAH 'AMMA YAQUL HADZAL MAKHLUQ. SUBHANALLAH 'AMMA YASHIFUUN.

Yang bisa bahasa Arab simak baik-baik video ini 

Jumat, 01 November 2013

Surat Al-Wilayah dalam Al-Qur'an versi syi'ah (Surat Palsu)


Anda, barangkali, adalah satu diantara kaum muslimin yang mendambakan adanya ’perdamaian’ dan persatuan antara kaum Sunni dan Syi’ah.

Seperti halnya dalam salah satu postingan tentang Syi’ah, seseorang berkata dalam reply-annya pada postingan saya tersebut:

Hari gini masih ngurus sunnah-syi’ah? Kehancuran Muslimin sudah tampak dimana-mana: kemiskinan, kebodohan, ketertindasan, dan sebagainya....Tapi kita masih bicara sesat-menyesatkan. Kalao saya simpel aja: Siapa yang mengaku Tuhannya Allah, Nabinya Muhammad, dan Kitabnya Al-Qur’an, lalu dia shalat,puasa, zakat, dan haji, maka dia adalah saudara saya, tanpa embel mazhab, aliran atau apa pun.....(dst)

Perhatikan ucapan ini. Jika anda tidak memahami permasalahannya, maka perkataan diatas akan tampak benar, namun jika anda mengetahuinya, maka sama halnya anda berharap bahwa minyak dan air akan bersatu.

Rabu, 30 Oktober 2013

Syi'ah kurang kerjaan, Mengadakan Karnaval Nabi-nabi Allah


Apa yang mereka lakukan bukanlah tanpa alasan, akan tetapi mereka berkeyakinan bahwa dakwah para Nabi adalah dakwah mengajak dan berwilayah kepada Ali bin Abi tholib 

Mari kita simak, disebutkan oleh dedengkot Al-Mufid pada kitabnya Al-Ikhtishash sbb :
عن المفضل بن عمر قال: قال لي أبو عبد الله عليه السلام: إن الله تبارك و تعالى توحد بملكه فعرف عباده نفسه، ثم فوض إليهم أمره وأباح لهم جنته فمن أراد الله أن يطهر قلبه من الجن والإنس عرفه ولايتنا ومن أراد أن يطمس على قلبه أمسك عنه معرفتنا 


ثم قال يا مفضل والله ما استوجب آدم أن يخلقه الله بيده وينفخ فيه من روحه إلا بولاية علي عليه السلام، وما كلم الله موسى تكليما " إلا بولاية علي عليه السلام، ولا أقام الله عيسى ابن مريم آية للعالمين إلا بالخضوع لعلي عليه السلام، ثم قال: أجمل الأمر ما استأهل خلق من الله النظر إليه إلا بالعبودية لنا 


dari Al-Mufadhal bin 'Umar, berkata Abu 'Abdillah 'alaihis salam bersabda kepadaku : "Sesungguhnya Allah Tabaraka Wa Ta'ala itu adalah Tuhan Yang Maha Esa dan memberikan pada hamba-hambaNya pengetahuan akan hal itu, kemudian Allah memasrahkan perkara-Nya pada hamba-hambaNya dan memperbolehkan hamba-hambaNya untuk menikmati Surganya. Maka barangsiapa yang menginginkan hatinya disucikan dari jin dan manusia maka Allah mema'rifatkan orang tersebut akan wilayah kami. Dan barangsiapa ingin dihilangkan hatinya dari kesucian maka Allah akan mengambil ma'rifat akan wilayah kepada kami dari orang tersebut. Kemudian Abu 'Abdillah 'alaihis salam bersabda: ''wahai mufadhal, Demi Allah, tidaklah mewajibkan Adam yang dimana Allah menciptakan Adam dengan Tangan-Nya dan meniupkan ruh pada Adam kecuali agar Adam berwilayah kepada 'Ali 'alaihis salam. Dan tidaklah Allah telah berbicara kepada Musa 'alaihis salam secara langsung itu kecuali dengan tujuan agar Musa juga berwilayah kepada 'Ali 'alaihis salam. Dan tidaklah Allah telah menciptakan 'Isa 'alaihis salam putra Maryam sebagai bentuk tanda kebesaran Allah bagi alam semesta itu kecuali dengan tujuan agar 'Isa 'alaihis salam merendahkan diri kepada 'Ali 'alaihis salam. Kemudian Abu 'Abdillah 'alaihis salam melanjutkan sabdanya ''seindah-indahnya perkara itu adalah makhluq yang dijadikan ahli melihat Allah, yang pastilah ditetapkan baginya agar ber-'ubudiyah kepada kami (para imam)."


Selasa, 29 Oktober 2013

Fatwa Syi'ah; Melakukan Pengundian Untuk Menentukan Bapak Dari Anak Hasil Mut'ah!!!

Bukan Syi'ah bila tidak doyan Mut'ah. Zina berkedok agama tersebut memiliki kedudukan yang sangat agung dan merupakan amalan yang amat mulia dalam agama Syi'ah. Bahkan hingga dikatakan secara dusta oleh mereka untuk membuat semangat para pengikutnya bahwa barangsiapa yang melakukannya hingga 4 kali, maka derajatnya sama seperti derajat Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam. Na'udzubillah!

Dan juga sebagaimana telah kita ketahui, terdapat pada ajaran mereka bahwa diperbolehkannya bermut'ah hingga seribu wanita.

Kini ulama Syi'ah telah memberikan solusi baru kepada para pengikutnya, terutama bagi kaum wanitanya yang sudah seringkali berlomba-lomba menggapai pahala dengan 'ibadah mut'ah hingga sulit diketahui berapa jumlah laki-laki Syi'ah yang telah memut'ahnya, dan sulit pula diketahui siapa bapak sebenarnya dari anak yang lahir dari hasil mut'ahnya.


Kasus yang amat memalukan demikian pernah ditanyakan kepada dedengkot Al-Khui seperti berikut, dan dia memberikan solusi dengan fatwanya yaitu dengan cara DI-UNDI untuk pemilihan bapak bagi sang anak :

السؤال :  امرأة ادعت أنها يائس ، أو ظهرت عليها امارات اليأس ، واطمأنت لذلك وعملت عمل اليائس ، ثم تزوجت بالعقد المنقطع شخصا ، وبعد فترة تزوجت شخصا آخر متعة ، وبعد مدة تزوجت من ثالث متعة ، وبعد هذا الزواج المتكرر حملت المرأة ، ففي هذه الصورة بمن يلحق الولد ؟.. وهل يعتمد على القرعة في المقام ، أم لا ؟ 

Pertanyaan : 
Seorang wanita mengklaim bahwa ia telah mencapai keadaan menopause, atau tanda-tanda menopause (terlihat) jelas padanya, dan (hukum mut’ah tanpa iddah) menjadi muatannya dan melakukan (sesuai) hukum bagi wanita menopause, ia nikah mut’ah dengan seorang lelaki, setelah beberapa waktu ia menikah mut’ah dengan lelaki lain, setelah beberapa waktu ia menikah mut’ah (lagi) dengan lelaki ketiga, dan setelah kembali melakukan pernikahan itu dia hamil, jadi dalam kasus seperti ini bagaimana menentukan ayah dari anak tersebut? dan perlukah kita bergantung dengan (melakukan) undian di tempat, atau tidak?

الجواب :   في الصورة المفروضة: بما أن علاقة الأول قد انقطعت عن المرأة المذكورة فلا يلحق الولد به ، وحينئذ إن كان عقد الأول والثاني كلاهما في زمان مدة الأول ، فالعقدان كلاهما باطل ، ويكون الوطئ من كليهما شبهة ، وعليه فيكون الولد مرددا بينهما ، فالمرجع في تعيينه القرعة ، وان كان العقدان كلاهما بعد انقضاء المدة ، فكلاهما صحيح ، ويلحق الولد حينئذ بالثالث 

Jawaban : Dalam kasus yang digambarkan: Karena hubungan (lelaki) yang pertama terputus dari wanita tersebut sehingga sang anak sudah pasti bukan hasil hubungan terhadapnya (lelaki pertama), dan jika semua (masa) kontrak telah selesai, dan hubungan mereka akan didasari pada keraguan, dan atas ini sang anak pasti hasil hubungan dengan salah satu dari mereka, dan akan diberi wewenang untuk melakukan pengundian berkali-kali kepada mereka, dan jika semua kontrak itu setelah selesainya periode (mut’ahnya), mereka semua adalah benar dan sang anak pasti hasil hubungan dengan lelaki ketiga.




Astaghfirullah!! Laa haula wa laa quwwata illaa billaah !!!

Sumber : http://jaser-leonheart.blogspot.com

Rabu, 23 Oktober 2013

MUI Pusat Terbitkan Buku tentang Kesesatan Syiah


Tanda tanya besar masyarakat serta kesimpangsiuran berita, pernyataan dan opini tokoh tentang Syiah akhirnya terjawab dengan terbitnya buku Panduan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengenai aliran dan paham Syiah pada september 2013, dengan judul buku “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di indonesia.”
Buku ini disusun oleh Tim Penulis MUI Pusat yang terdiri dari DR. (HC) KH. Ma’ruf Amin (Ketua MUI Pusat), Prof. Dr. Yunahar Ilyas (Wakil Ketua MUI Pusat), Drs. H. Ichwan Sam (Sekjend MUI Pusat) dan Dr. Amirsyah (Wakil Sekjend MUI Pusat) dengan pelaksana dari Tim Khusus Komisi Fatwa dan Komisi Pengkajian MUI Pusat yang terdiri dari, Prof. Dr. Utang Ranuwijaya, Dr. KH. Cholil Nafis, Fahmi Salim, MA., Drs. Muh. Ziyad, MA., M. Buchori Muslim, Ridha Basalamah, Prof. Dr. H Hasanuddin AF, Dr. H. Asrorun Ni’am Sholeh, MA., Dr. H. Maulana Hasanuddin dan Drs. H. Muh. Faiz, MA.
Meskipun belum berupa fatwa, namun buku ini merupakan keterangan resmi dari MUI Pusat mengenai kesesatan  Syiah sebagaimana dijelaskan oleh Tim Penulis dalam kata pengantar, “Buku saku ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman umat Islam Indonesia dalam mengenal dan mewaspadai penyimpangan Syi’ah, sebagaimana yang terjadi di Indonesia, sebagai ‘Bayan’ resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tujuan agar umat Islam tidak terpengaruh oleh faham Syi’ah dan dapat terhindar dari bahaya yang akan mengganggu stabilitas dan keutuhan NKRI.” (hlm. 7-8)
Isi dan tujuan buku ini dijelaskan oleh Tim Penulis dalam pendahuluan yang terletak pada halaman 12-16,
“Atas dasar tugas dan tanggung jawab luhur dalam membina dan menjaga umat pada berbagai aspeknya, dan sebagai bentuk tanggungjawab kehadapan Allah SWT dalam meluruskan aqidah dan syari’ah umat, MUI memberikan panduan kepada umat, dengan berbagai cara, antara lain dengan mengeluarkan fatwa, memberi taushiyyah, atau membuat buku panduan –seperti buku panduan tentang Syiah ini- setelah dilakukan penelitian dan pengkajian secara mendalam.


Buku panduan ini sebagian merupakan penjelasan teknis dan rinci dari remokendasi Rapat Kerja Nasional MUI pada Jumadil Akhir 1404 H./Maret 1984 bahwa Faham Syiah mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan umat Islam harus meningkatkan kewaspadaan terhadap masuknya faham ini, juga fatwa MUI 22 Jumadil Akhir 1418H./25 Oktorber 1997 tentang Nikah Mut’ah. Dalam konsiderannya, Fatwa ini menyatakan bahwa mayoritas umat Islam Indonesia adalah penganut paham Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang tidak mengakui dan menolak paham Syiah secara umum dan nikah mut’ah secara khusus.
Dalam buku panduan ini secara garis besar memuat tentang sejarah Syiah, penyimpangan Syiah, pergerakan dan metode penyebaran Syiah di Indonesia, dan sikap MUI terhadap Syiah.
Hadirnya buku panduan ini merupakan wujud dari tanggung jawab dan sikap tegas MUI itu, dengan harapan umat Islam Indonesia mengenal Syiah dengan benar dan kemudian mewaspadai serta menjauhi dakwah mereka, karena dalam pandangan MUI faham Syiah itu menyimpang dari ajaran Islam, dan dapat menyesatkan umat.” (hlm. 13-15)

Karena itu, dengan hadirnya buku ini diharapkan masyarakat tidak lagi dibuat bingung oleh ulah beberapa oknum yang mengatasnamakan MUI untuk mengatakan Syiah tidak sesat, seperti yang pernah termuat dalam Harian Fajar Makassar yang menyebutkan, MUI: Syiah Sah Sebagai Mazhab Islam. Juga, beberapa sikap tokoh yang menyederhanakan persoalan Sunni-Syiah, seperti Syafi’i Ma’arif, Din Syamsuddin, Aqil Siradj dan lain-lain. 
(Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

Jumat, 04 Oktober 2013

Syi'ah Sholat di pandu dengan Dirijen


Ini mungkin akan menjadi sedikit cerita atau mungkin tepatnya oleh-oleh dari acara Ahlussunah Bersatu Menolak Syiah yang dilaksanakan 10/06/2011.

Banyak paparan yang sangat menarik untuk dicermati dan sayang bila dilewatkan. Dari kisah Kang Jalal yang kepergok tidak bisa taqiyyah, model shalat Jum’at yang unik di Iran, hingga kisah perempuan-perempuan yang “dijual”, namun dibungkus ajaran agama bernama mut’ah.

Ya, Syiah memang menjadi polemik, masyarakat pun masih menunggu fatwa tegas dari MUI.

Minggu, 29 September 2013

Pohon Ultah Imam Mahdi Imajiner Syi'ah


Persamaan syi'ah dengan nasrani


Ketika orang-orang kristen merayakan hari lahirnya yesus dengan membuat pohon natal begitu juga dengan syi'ah, mereka marayakan ulang tahun imam mahdi versi mereka dengan membuat pohon ultah yang menyerupai pohon natal

Jumat, 27 September 2013

WASPADA QUR'AN TABLET “SYIAH”


INFO Buat teman2 seakidah agar tidak salah beli Quran tablet …..
Karena Mizan saat ini mengeluarkan produk Qur’an Tablet namanya LOVE yang kemungkinan isinya ajaran2 Syiah

Di produksi oleh Mizan dengan menggandeng TELKOMSEL ….
Aplikasi Hadad Alwi itu berisi senandung pujian buat imam Syiah…. :’( padahal judulnya Senandung untuk Indonesia …… !!!

Di dlmnya juga ada aplikasi ebook yang sudah tentu isi buku2 dari Mizan Syiah….
Waspada dan hati hati mohon infokan ke yang lain http://mizan.com/lovequrantab.html

Sumber : http://www.gensyiah.com/waspada-quran-tablet-syiah.html

Rabu, 25 September 2013

Kaum Syiah, Golongan Pemalsu Hadits Terdepan

Kemunculan orang-orang yang berkepentingan duniawi dan dengki terhadap Islam, dan manusia-manusia yang masuk Islam dengan membawa kepentingan untuk merusaknya dari dalam menjadi penyebab tersulutnya fitnah besar di tengah umat Islam yang berujung pada terbunuhnya Khalifah ‘Utsmân Radhiyallahu anhu dan berkobarnya peperangan-peperangan yang memecah kesatuan umat. Selanjutnya, timbullah golongan-golongan (sesat) dalam Islam. Masing-masing golongan berupaya membenarkan pendapat (ideologi)nya dengan memalsukan hadits-hadits atas nama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Dari situlah, hadits-hadits palsu berkembang. Tema-temanya pun beragam, di antaranya berisi keutamaan seseorang, madzhab, wilayah tertentu atau sebaliknya menyerang orang-orang maupun kelompok tertentu.

SEBAB PEMALSUAN HADITS
Usaha-usaha pemalsuan hadits atas nama Rasûlullâh n didorong oleh berbagai motivasi dan kepentingan. Di antaranya, bertujuan merusak aqidah Islam, mencari popularitas, fanatisme madzhab, mengais penghidupan seperti yang dilakukan oleh qushshâsh (para tukang cerita).

Selasa, 24 September 2013

Cium Pantat Imam Syiah Dapat Pahala Berlipat


Jika Anda Syiah, maka yakinlah bahwa agama Syiah dalam semua ajarannya hanya menguntungkan Imam Mereka. Misal dalam khumus, dimana seperlima harta orang Syiah menjadi milik imam Syiah. Dalam hal Mut'ah, dimana sang Imam bebas memilih wanita untuk dizinahi dalam jangka beberapa waktu, sedangkan anak para Imam tidak boleh dimut'ah. Dan masih banyak lagi kelebihan yang dimiliki oleh Imam-imam Syiah yang tak dimiliki bahkan dirampas dari pemeluk Syiah biasa. Pernahkah Anda berfikir dengan logika Anda wahai saudara kami, semoga Allah memberi kalian hidayah.

Selain itu dan banyak yang lainnya adalah gambar dibawah ini. Terlihat beberapa orang Syiah biasa, menuju ke arah sang Imam yang menyodorkan pantatnya untuk dicium, dengan anggapan agar mendapat pahala yang banyak, na'udzubillah dari perbuatan hina dan memalukan ini. (Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)


http://www.lppimakassar.com/2013/09/wow-cium-pantat-imam-syiah-dapat-pahala.html

Selasa, 17 September 2013

Ali bin Abu Tholib Menyampaikan Hadist Nabi Tentang Haramnya Nikah Mut'ah

Dalili-dalil Haramnya Nikah Mut'ah

Haramnya nikah mut’ah berlandaskan dalil-dalil hadits Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam juga pendapat para ulama dari 4 madzhab.

Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu anhu. ia berkata kepada Ibnu Abbas Radhiallahu bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam melarang nikah mut’ah dan memakan daging keledai jinak pada waktu perang Khaibar (Fathul Bari IX/71)

Dalil dari hadits Nabi Shalallahu alaihi wa salam yang diwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya Shahih Muslim menyatakan bahwa dari Sabrah bin Ma’bad AlJuhaini, ia berkata: “Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam dalam suatu perjalanan haji. Pada suatu saat kami berjalan bersama saudara sepupu kami dan bertemu dengan seorang wanita. Jiwa muda kami mengagumi wanita tersebut, sementara dia mengagumi selimut (selendang) yang dipakai oleh saudaraku itu. Kemudian wanita tadi berkata: “Ada selimut seperti selimut”. Akhirnya aku menikahinya dan tidur bersamanya satu malam. Keesokan harinya aku pergi ke Masjidil Haram, dan tiba-tiba aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam sedang berpidato diantara pintu Ka’bah dan Hijr Ismail. Beliau bersabda, “Wahai sekalian manusia, aku pernah mengizinkan kepada kalian untuk melakukan nikah mut’ah. Maka sekarang siapa yang memiliki istri dengan cara nikah mut’ah, haruslah ia menceraikannya, dan segala sesuatu yang telah kalian berikan kepadanya, janganlah kalian ambil lagi. Karena Allah azza wa jalla telah mengharamkan nikah mut’ah sampai Hari Kiamat (Shahih Muslim II/1024)

Selasa, 10 September 2013

Daftar Nama-nama tempat ibadah yahudi (synagogue) yang tersebar di iran


Daftar tempat ibadah yahudi yang tersebar di iran

1. Keniza-ye Bozorg - di Isfahan
2. Abdollah Zadeh Synagogue - di Tehran
3. Abrishami Synagogue - di Tehran
4. Bagh Saba Synagogue - di Tehran
5. Del Rahim Synagogue - di Shiraz
6. Ettefagh Synagogue - di Tehran
7. Ettehad Synagogue - di Tehran
8. Haim Synagogue - Tehran
9. Fakhrabad Synagogue - di Tehran
10. Keniza-ye Bozorg - di Hamadan
11. Keniza-ye Bozorg - di Sanandai
12. Keniza-ye Bozorg - di Shiraz
13. Keniza-ye Kamal - di Yazd
14. Keniza-ye Keter david - di Isfahan
15. Keniza-ye Kohanim - di Shiraz
16. Keniza-ye Molla - di Shiraz
17. Keniza-ye Molla Mishi -di Shiraz
18. Keniza-ye Molla Owram - di shiraz
19. Keniza-ye Molla Rabbi - d i isfahan
20. Keniza-ye Rabbizadeh - di Shiraz
21. Keniza-ye Sang bast - di Isfahan
22. Keniza-ye Shokr - di Shiraz
23. Khorassaniha Synagogue- di Shiraz
24. Khohan Synagogue - di Tehran
25. Khouros Synagogue - di Tehran
26. Levian Synagogue - di Tehran
27. Mahariv Syagogue - di Tehran
28. Mullah Jacob Synagogue - di Isfahan
29. Mullah Neisan Synagogue - Isfahan
30. Nosrat Synagogue - di Tehran
31. Rafi Nia Synagogue - di Tehran
32. Rah-e Danesh Synagogue di Tehran
33. Synagogue of Ghisa - di Tehran
34. Tafian Synagogue - Tehran
35. Yusef Abad Synagogue - di Tehran
36. Zargarisan Synagogue - di Tehran

Lihat videonya di sini http://www.youtube.com/watch?v=kALHVanEteQ

Segera Dapatkan 2 Buku Berikut ini


Mengapa Saya Keluar dari Syi'ah 


Sayyid Hussain al-Musawi bukanlah satu nama yang asing di kalangan kaum/agama Syi'ah. Beliau adalah seorang ulama besar Syi'ah yang lahir di Karbala dan belajar di "Hauzah" sehingga memperolehi gelaran mujtahid daripada Sayyid Muhammad Hussain Ali Kasyif al-Ghitha'. Selain itu, beliau juga memiliki kedudukan yang istimewa di sisi ayatollah Khomeini (tokoh besar imam Syi'ah).

Setelah melalui pengembaraan spiritual yang cukup panjang, akhirnya beliau mendapat hidayah dari Allah. Beliau menemui begitu banyak sekali kesesatan dan penyimpangan di dalam ajaran Syi'ah yang selama ini beliau anuti. Beliau pun mengambil keputusan untuk keluar dari Syi'ah, beliau kembali ke jalan yang benar iaitu jalan Ahlus Sunnah wal-Jama'ah, dan kemudian beliau menulis buku ini demi membongkar segala kedustaan puak-puak dan imam-imam Syi'ah.

Buku ini adalah sebuah ungkapan jujur dari seorang bekas tokoh besar Syi'ah yang masih memiliki nama yang gah di tengah-tengah tokoh Syi'ah lainnya yang hidup mewah bergelumang dengan harta dan wanita sesuka hati dengan berdalihkan alasan agama secara batil.

Kemunculan buku ini ibarat halilintar yang merobohkan tembok pembohongan kaum Syi'ah selama ini. Dengannya kelompok Syi'ah diserang keporak-perandaan dan kacau bilau. Para imam-imam Syi'ah kebingungan untuk menyangkal!

Di antara kesesatan Syiah yang diungkap Sayyid Husain Al-Musawi adalah berkaitan dengan ajaran dan praktik nikah mut’ah (kahwin/nikah kontrak: atau sebenarnya adalah zina) yang dilakukan bukan saja oleh orang-orang Syiah kebanyakan, tetapi juga oleh tokoh-tokoh besar Syiah. Sayyid Hussain, kerana bukunya inilah kemudian mendapatkan ancaman bunuh dari kalangan Syiah. Sebelumnya, dia telah difatwa sesat dan menyesatkan bahkan murtad oleh Husain Bahrululum pada 20 Shafar 1421H di sarang Syiah terbesar, Najaf.

Memang, tokoh-tokoh Syiah yang berusaha meluruskan ajaran Syiah nyaris semua berakhir tragis. Sayyid Abul Hasan Al-Asfahani, Sayyid Musa Al-Musawi, Sayyid Ahmad Al-Kasrawi adalah pembesar-pembesar Syiah yang akhirnya dibunuh kerana berusaha meluruskan ajaran Syiah.

Berikut adalah kesaksian Sayyid Husain Al-Musawi tentang mut’ah yang dilakukan oleh pemimpin tertinggi Syiah sekaligus Pemimpin Revolusi Iran, Imam Ayatullah Khomeini, seperti yang ditulis Sayyid Husain dalam buku tersebut. Berkaitan dengan nikah mut’ah, Sayyid Husain menulis tentang beberapa kisah dari pembesar Syiah lainnya.

2. Menimbang Ajaran Syi’ah

Menurut Syi’ah, Ali adalah penerima wasiat sebagai khalifah sepeninggal Nabi. Namun, beliau membaiat Abu Bakar ash-Shiddiq?! Apakah keberanian Ali terhenti setelah wafat Nabi sehingga tidak berani menuntut haknya?!
Menurut Syi’ah, Abu Bakar, Umar, Utsman dan sebagian sahabat lainnya adalah kafir. Bila mereka kafir, mengapa Nabi menjalin ikatan keluarga dengan mereka lewat pernikahan?
Syi’ah memiliki Mushaf Fathimah yang di dalamnya tidak ada satu ayat pun dari al-Quran. Sesungguhnya ia adalah dikte dari Nabi dan tulisan tangan Ali. Jika kitab itu berasal dari dikte Nabi dan tulisan Ali, lalu mengapa dia menyembunyikannya dari umat?! Padahal Allah memerintahkan Nabi agar menyampaikan segala yang diturunkan-Nya kepadanya.
Syi’ah tidak melaksanakan shalat Jumat yang diperintahkan dalam al-Quran, mengapa? Dan seratusan pertanyaan kritis lainnya yang bisa dibaca dalam buku ini. Dilengkapi dengan referensi yang akurat langsung dari kitab-kitab induk Syi’ah, semakin menambah bobot buku

Harga Rp 45.000
Pemesanan 0878 8777 8027

Jumat, 30 Agustus 2013

Fakta Mengejutkan Tentang Yahudi Di Iran

Ada fakta yang mengejutkan kita tentang Yahudi di Iran. Suatu Negara yang presidennya, Ahmadinejad selalu menyuarakan kecaman, caci maki dan ingin menghancurkan bangsa Yahudi, tapi ternyata di sana banyak berkeliaran orang Yahudi dengan bebasnya, dan jumlahnya sangat besar.

Di Iran, Yahudi tersebar di tiga kota besar; Tehran, Hamdan, Isfahan. Dan menurut data resmi Iran, ada sekitar 30.000 orang Yahudi di Iran. Sebuah jumlah yang sangat besar di sebuah negara yang katanya anti-Zionis!

Isfahan, yang terletak di tengah-tengah Iran, dikelilingi oleh kota-kota berbasis Syiah-seakan dengan jelas orang-orang Syiah melindungi mereka para Yahudi. Sangat kontras dengan perlakuan mereka terhadap sesama muslim yang berfaham SUNNI. Orang-orang Sunni di Iran diburu seperti tikus, dan ulama-ulamanya digantung. Bahkan orang-orang Sunni tidak punya masjid untuk shalat Jumat. Bandingkan dengan sinagog yang bertebaran di bumi Iran.

 
Fakta Mengejutkan Tentang Yahudi Di Iran
Perkawinan Orang Yahudi Di Iran 
Orang-orang Yahudi memiliki hubungan baik dengan pemerintah Iran. Mereka menganggap bahwa orang-orang Sunni sebagai musuh utama mereka. Bahkan, di parlemen Iran, orang-orang Yahudi memiliki  wakilnya.


Yang perlu diketahui juga bahwa orang-orang Yahudi di Iran menolak pindah ke koloni Palestina. Mengapa?

Karena, bagi sebagian YahudiIran adalah tempat suci karena banyak nabi mereka dimakamkan di sini.

Misalnya saja Nabi Daneil. Nabi ini adalah salah satu nabi yang sudah meramalkan kejadian-kejadian sebelum kiamat. Dan ia dikenal luas di kalangan Yahudi dan umat Kristen. Selain Nabi Daniel, ada juga Nabi Habqouq, Nabi Sumoil, Qeedar, dan Nabi Hajayy.

Di Iran juga ada makam Bunyamin, saudara Nabi Yusuf. Jadi tidak heran jika Yahudi mengagungkan Iransebagai tanah suci. Dan mereka menganggap Isfahan sebagai kota yang lebih khusus lagi. Kota ini merupakan tempat pertama di mana mereka berkumpul pertama kalinya setelah penghancuran Yerusalem oleh Novukhodonsur.

Fakta Mengejutkan Tentang Yahudi Di Iran
Pesta Persian Night  Orang Yahudi Iran di Jerussalem

Sejarah sudah menyampaikan hal ini, dan kemudian setelah 70 tahun penangkapan oleh raja Babylon Nebukadnezzar, mereka berkumpul di Isfahan.

Yang lebih mengejutkan ada sebuah hadis Nabi yang tertera di dalam Sahih Muslim, hadis ke 7034: "Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam berkata: 'Dajjal akan diikuti 70 ribu Yahudi dari Isfahan mengenakan selendang Persia."

Padahal, saat ini  Yahudi-Yahudi di Isfahan, Iran selalu mengenakan selendang.

Senin, 26 Agustus 2013

Hasan Dan Husain The Untold Stories (Buku Ahlu Sunnah)



Buku ini mengakrabkan kita lebih dekat dengan Ahlul Bait Nabi Shalallahu alaihi wasalam, terutama dua cucu kesayangan beliau: al-Hasan dan al-Husein. Ia bukan sekedar memoar yang mengingatkan kita pada kehidupan generasi yang lalu, tetapi juga membawa kita untuk menyaksikan langsung seluruh fragmen kehidupan dua pemimpinpara Pemuda penghuni Surga secara utuh dan jauh dari distorsi sejarah. Disarikan dari riwayat-riwayat sejarah yang valid dan di kemas secara menarik, fase demi fase kehidupan mereka menggugah kesadaran kita betapa besar peran al-Hasan dan al-Husein dalam perjalanan sejarah umat Islam


Setiap langkah kehidupan mereka sarat dengan nilai luhur dan kearifan yang patut kita teladani. al-Hasan tampil sebagai tokoh pemersatu umat setelah perpecahan yang berkepanjangan, sementara al-Husein menjadi simbol perjuangan melawan kezaliman demi menegakan sunnah rasulullah Shalallahu alaihi wasalam dalam suksesi kepemimpinan

Nikmatilah kisah-kisah didalamnya.renungilah, lalu petiklah setiap hikmah dan nilai yang di sajikannya. Dengan begitu, kita tidak hanya mendapat pencerahan tentang sejarah Ahlul Bait dalam mengantarkan ajaran Islam hingga ke tangan kita, tetapi juga akan membuat kita semakin mencitai mereka. Sungguh, kecintaan terhadap mereka dengan cara yang benar adalah ibadah, sedangkan kebencian terhadap mereka adalah salah satu bentuk kemunafikan

Segera dapatkan bukunya!

Penerbit : Pustaka Imam Syafi'i (Penerbit buku-buku sunnah)
Harga 60.000
Pemesanan 0878 8777 8027

Minggu, 25 Agustus 2013

Ketua MUI: Ahmadiyah, Syiah dan LDII Kelompok Sesat


Ketua MUI KH Cholil Ridwan menyebut Ahmadiyah, Syiah dan LDII adalah kelompok sesat yang menisbatkan kepada Islam.

BEKASI– “MUI adalah tenda besar yang memayungi seluruh umat Islam kecuali yang sesat seperti Ahmadiyah, Syiah dan LDII/Islam Jama’ah,” tegas KH Cholil Ridwan di hadapan 
Ketua MUI KH Cholil Ridwan menyebut Ahmadiyah, Syiah dan LDII adalah salah satu dari kelompok sesat yang menisbatkan kepada Islam. Hal tersebut dikatakan KH Cholil saat memberi sambutan pada acara pembukaan Munas III FPI di asrama haji Bekasi Kamis malam (22/8/2013).
KH Cholil juga mengkritik Menteri Agama yang mengangkat Amirul Haj Indonesia tahun 2012 dari unsur LDII serta masih mengundang LDII dalam sidang itsbat, jelas KH Cholil


Pada kesempatan tersebut KH Cholil juga mengutarakan keberatannya dengan lembaga liberal Setara Institute yang menyebut MUI disusupi oleh tokoh garis keras yakni Kholil Ridwan. Atas hal itu KH. Cholil Ridwan memberi penjelasan bahwa keberadaan dirinya anggota resmi di tubuh Majelis Ulama Indonesia.
“Saya diutus oleh Dewan Dakwah dengan surat resmi untuk didudukkan sebagai salah seorang ketua MUI,” terang KH. Cholil.


Karena itu KH Cholil mengancam kalau sampai terjadi revolusi maka LSM liberal sepert Setara harus dihancurkan, tegas KH. Cholil disambut pekikan takbir hadirin. [benji/bumisyam/annajah] Publikasi: Sabtu, 17 Syawwal 1434 H / 24 Agustus 2013 14:28

***
Syiah, aliran sesat paling berbahaya

Syiah lebih berbahaya dari segala macam aliran sesat yang ada di Indonesia termasuk Ahmadiyah. Ada beberapa sebab di antaranya:
• Syiah memiliki negara sendiri (yakni Republik “Islam” Iran).
• Syiah juga memiliki banyak organisasi militer yang established dan mapan, salah satunya adalah Hizbullah pimpinan Hasan Nasrullah yang memiliki pengaruh kuat di Syam, khususnya daerah Libanon.


Imam Al-Hasan bin Ali bin Khalaf AL-BARBAHARY rahimahulllâh (W. 329 H)
Beliau berkata,
واعلم أن الأهواء كلها ردية، تدعوا إلى السيف، وأردؤها وأكفرها الرافضة، والمعتزلة، والجهمية، فإنهم يريدون الناس على التعطيل والزندقة
“Ketahuilah bahwa seluruh pemikiran sesat adalah menghancurkan, mengajak kepada kudeta. Yang paling hancur dan paling kafir di antara mereka adalah kaum Rafidhah (Syiah), Mu’tazilah, Jahmiyah. Sesungguhnya mereka menghendaki manusia untuk melakukan ta’thîl dan kezindiqan.” [Syarh As-Sunnah hal. 54]


Sumber : http://nahimunkar.com/syiah-aliran-sesat-paling-berbahaya/

Sabtu, 24 Agustus 2013

Buku Menimbang Ajaran Syi’ah


Menurut Syi’ah, Ali adalah penerima wasiat sebagai khalifah sepeninggal Nabi. Namun, beliau membaiat Abu Bakar ash-Shiddiq?! Apakah keberanian Ali terhenti setelah wafat Nabi sehingga tidak berani menuntut haknya?!
Menurut Syi’ah, Abu Bakar, Umar, Utsman dan sebagian sahabat lainnya adalah kafir. Bila mereka kafir, mengapa Nabi menjalin ikatan keluarga dengan mereka lewat pernikahan?
Syi’ah memiliki Mushaf Fathimah yang di dalamnya tidak ada satu ayat pun dari al-Quran. Sesungguhnya ia adalah dikte dari Nabi dan tulisan tangan Ali. Jika kitab itu berasal dari dikte Nabi dan tulisan Ali, lalu mengapa dia menyembunyikannya dari umat?! Padahal Allah memerintahkan Nabi agar menyampaikan segala yang diturunkan-Nya kepadanya.
Syi’ah tidak melaksanakan shalat Jumat yang diperintahkan dalam al-Quran, mengapa? Dan seratusan pertanyaan kritis lainnya yang bisa dibaca dalam buku ini. Dilengkapi dengan referensi yang akurat langsung dari kitab-kitab induk Syi’ah, semakin menambah bobot buku 
Pemesanan 0878 8777 8027

Senin, 15 Juli 2013

PENGKHIANATAN - PENGKHIANATAN SYIAH



Judul:Pengkhianatan - pengkhianatan Syiah
Penulis:DR. Imad Ali Abdus Sami
No ISBN:978-979-592-3374
Kategori:Referensi Sejarah & Tokoh
Cover:Soft Cover
Isi:216
Ukuran:13.5 x 20.5 cm
Berat:1000 gr
Harga:
Rp 35.000,00

Pemesanan 0878 8777 8027
Berbicara tentang Syiah (Rafidhah) serasa berbicara tentang sebuah realitas yang aneh. Dari sisi "genetik" kaum Syiah lahir dari rahim sejarah ummat Islam. Tetapi ekspresi dan eksplorasi kehidupan mereka, terpisah jarak amat jauh dari nilai-nilai standar Islam. Kalau bisa dikatakan, "Mereka itu teman, tetapi sekaligus musuh yang sangat sengit."

Sikap apriori kaum muslimin kepada Syiah, bukan tanpa alasan. Sejarah panjang selama ribuan tahun telah memberikan segudang pelajaran berharga. Betapa banyak darah tertumpah, air mata bercucuran, serta penderitaan perih menimpa umat Islam (Ahlus Sunnah), sebagai buah dari pengkhianatan-pengkhianatan ini. Syiah bertanggung-jawab atas kematian Husein bin Ali Radhiyallahu'Anhuma di Karbala; mereka mengkhianati Khalifah Harun Al Rasyid; mereka membukakan pintu bagi Holako Khan, Kaisar Tartar, untuk menghancurkan Daulah Abbasiyyah di Baghdad; mereka mengkhianati Shalahuddin Al Ayyubi; mereka memusuhi Daulah Saljuk dan Turki Utsmani; juga termasuk pengkhianatan Syiah modern berprilaku seperti muslim; namun dari sikap hati, mereka tak segan menikam, melibas, menindas, serta memporak-porandakan kehidupan umat Islam.

Buku Pengkhianatan-Pengkhianatan Syiah, karya Dr Imad Ali Abdus Sami' ini, merupakan dokumentasi berharga yang memuat catatan-catatan kelam seputar pengkhianatan-pengkhianatan kaum Syiah di panggung sejarah Islam. Perkaya wawasan Anda seputar dunia Syiah dengan buku ini!

Jumat, 12 Juli 2013

Syi'ah Merubah Surat Al Ikhlas menjadi Surat Al Assad


Artinya : Katakan Dialah Allah Yang Maha Satu * Allah tempat meminta * Tidak menciptakan seperti Hafidz Asad * Dan tidak memimpin Syria * Kecuali Basyar Asad

Rabu, 10 Juli 2013

Mengapa Saya Keluar dari Syi'ah (Buku)



Sayyid Hussain al-Musawi bukanlah satu nama yang asing di kalangan kaum/agama Syi'ah. Beliau adalah seorang ulama besar Syi'ah yang lahir di Karbala dan belajar di "Hauzah" sehingga memperolehi gelaran mujtahid daripada Sayyid Muhammad Hussain Ali Kasyif al-Ghitha'. Selain itu, beliau juga memiliki kedudukan yang istimewa di sisi ayatollah Khomeini (tokoh besar imam Syi'ah).

Setelah melalui pengembaraan spiritual yang cukup panjang, akhirnya beliau mendapat hidayah dari Allah. Beliau menemui begitu banyak sekali kesesatan dan penyimpangan di dalam ajaran Syi'ah yang selama ini beliau anuti. Beliau pun mengambil keputusan untuk keluar dari Syi'ah, beliau kembali ke jalan yang benar iaitu jalan Ahlus Sunnah wal-Jama'ah, dan kemudian beliau menulis buku ini demi membongkar segala kedustaan puak-puak dan imam-imam Syi'ah.

Buku ini adalah sebuah ungkapan jujur dari seorang bekas tokoh besar Syi'ah yang masih memiliki nama yang gah di tengah-tengah tokoh Syi'ah lainnya yang hidup mewah bergelumang dengan harta dan wanita sesuka hati dengan berdalihkan alasan agama secara batil.

Kemunculan buku ini ibarat halilintar yang merobohkan tembok pembohongan kaum Syi'ah selama ini. Dengannya kelompok Syi'ah diserang keporak-perandaan dan kacau bilau. Para imam-imam Syi'ah kebingungan untuk menyangkal!

Di antara kesesatan Syiah yang diungkap Sayyid Husain Al-Musawi adalah berkaitan dengan ajaran dan praktik nikah mut’ah (kahwin/nikah kontrak: atau sebenarnya adalah zina) yang dilakukan bukan saja oleh orang-orang Syiah kebanyakan, tetapi juga oleh tokoh-tokoh besar Syiah. Sayyid Hussain, kerana bukunya inilah kemudian mendapatkan ancaman bunuh dari kalangan Syiah. Sebelumnya, dia telah difatwa sesat dan menyesatkan bahkan murtad oleh Husain Bahrululum pada 20 Shafar 1421H di sarang Syiah terbesar, Najaf.

Memang, tokoh-tokoh Syiah yang berusaha meluruskan ajaran Syiah nyaris semua berakhir tragis. Sayyid Abul Hasan Al-Asfahani, Sayyid Musa Al-Musawi, Sayyid Ahmad Al-Kasrawi adalah pembesar-pembesar Syiah yang akhirnya dibunuh kerana berusaha meluruskan ajaran Syiah.

Berikut adalah kesaksian Sayyid Husain Al-Musawi tentang mut’ah yang dilakukan oleh pemimpin tertinggi Syiah sekaligus Pemimpin Revolusi Iran, Imam Ayatullah Khomeini, seperti yang ditulis Sayyid Husain dalam buku tersebut. Berkaitan dengan nikah mut’ah, Sayyid Husain menulis tentang beberapa kisah dari pembesar Syiah lainnya.

Beliau (penulis) antaranya berkata: Ketika Imam Khomeini tinggal di Iraq, kami ulang-alik berkunjung kepadanya. Kami menuntut ilmu daripadanya sehingga hubungan antara kami dengannya menjadi erat sekali. Suatu waktu disepakati untuk menuju suatu kota dalam rangka memenuhi undangan, iaitu kota yang terletak di sebelah barat Mosul, yang ditempuh kurang lebih satu setengah jam dengan perjalanan menaiki kereta. Imam Khomeini memintaku untuk pergi bersamanya, maka saya pergi bersamanya. Kami disambut dan dimuliakan dengan pemuliaan keluarga Syiah yang tinggal di sana. Dia telah menyatakan janji setia untuk menyebarkan paham Syiah di wilayah tersebut.

Ketika berakhir masa perjalanan, kami kembali. Di jalan saat kami pulang, kami melewati Baghdad dan Imam hendak beristirahat dari keletihan perjalanan. Maka dia memerintahkan untuk menuju daerah peristirahatan, di mana di sana tinggal seorang laki-laki asal Iran yang bernama Sayid Shahib. Antara dia dan imam terjalin hubungan persahabatan yang cukup kental.

Sayid Shahib merasa bahagia dengan kedatangan kami. Kami sampai ke rumahanya waktu Zuhur, maka dia membuatkan makan siang bagi kami dengan hidangan yang sangat luar biasa. Dia menghubungi beberapa kerabatnya dan mereka pun datang. Rumah menjadi ramai dalam rangka menyambut kedatangan kami. Sayid Shahib meminta kami untuk menginap di rumahnya pada malam itu, maka imam pun menyetujuinya. Katika datang maktu Isya’ dihidangkan kepada kami makanm malam. Orang-orang yang hadir mencium tangan Imam dan menanyakannya tentang beberapa masalah dan imam pun menjawabnya.

Ketika tiba saatnya untuk tidur dan orang-orang yang hadir sudah pada pulang kecuali tuan rumah, Imam Khomeini melihat anak perempuan yang masih kecil, umurnya sekitar empat atau lima tahun, tetapi dia sangat cantik. Imam meminta kepada bapa-nya, iaitu Sayid Shahib untuk menghadiahkan anak itu kepadanya agar dia melakukan mut’ah dengannya, maka si bapak menyetujuinya dan dia merasa sangat senang. Lalu Imam Khomeini tidur dan anak perempuan ada di pelukannya, sedangkan kami mendengar tangisan dan teriaknnya!

Yang penting, berlalulah malam itu. Ketika tiba waktu pergi kami duduk untuk menyantap makan pagi. Sang Imam melihat kepadaku dan di wajahku terlihat tanda-tanda ketidaksukaan dan pengingkaran yang sangat jelas, kerana bagaimana dia melakukan mut’ah dengan anak yang masih kecil, padahal di dalam rumah terdapat gadis-gadis yang sudah baligh, yang mungkin baginya untuk melakukan mut’ah dengan salah satu di antara mereka, tetapi mengapa dia melakukan hal itu dengan anak kecil?!

Dia berkata kepadaku, “Sayyid Husain, apa pendapatmu tentang melakukan mut’ah dengan anak kecil?”

Saya berkata kepadanya, “Ucapan yang paling tinggi adalah ucapanmu yang benar adalah perbuatanmu dan engkau adalah seorang imam mujtahid. Tidak mungkin bagiku untuk berpendapat atau mengatakan kecuali sesuai dengan pendapat dan perkataanmu. Perlu dipafami bahawa tidak mungkin bagi saya untuk menentang fatwamu.”
Dia berkata, “Sayid Husain, sesungguhnya mut’ah dengan anak kecil itu hukumnya boleh, tetapi hanya dengan cumbuan, ciuman dan himpitan peha. Adapun jima’, maka sesungguhnya dia belum kuat untuk melakukannya.”

Imam Khomeini berpendapat atas kebolehan melakukan mut’ah sekalipun dengan anak yang masih disusui. Dia berkata, “Tidak mengapa melakukan mut’ah dengan anak yang masih disusui dengan pelukan, humpitan paha (meletakkan kemaluan di antara dua pahanya) dan ciuman. (lihat kitabnya berjudul Tahrir al-Wasilah, 1/241, nomor 12).”
Naudzubillah tsumma naudzubillah...

Dapatkanlah buku ini... Sebuah karya monumental yang disusun penulis sebelum beliau dibunuh akibat kemarahan penganut Syi'ah.

Pemesanan sms 0878 8777 8027