Sabtu, 27 April 2013

Anjing pun Membenci Orang yang Mencela Shahabat Nabi

Abdul Mukmin az-Zahid menuturkan, “Di daerah kami ada seorang beraliran Syi’ah Rafidhah. Di jalan menuju rumahnya ada seekor anjing yang dilewati oleh setiap orang baik tua maupun anak kecil tetapi anjing itu tidak mengganggunya. Namun, anehnya, jika yang lewat di jalan itu adalah orang Syi’ah Rafidhah, maka seketika anjing itu bangun, menyerang, dan merobek bajunya. Kejadian itu berulang-ulang sehingga dia mengadu kepada pemerintah saat itu yang sealiran dengannya, lalu diutuslah beberapa orang untuk memukul dan mengusir anjing tersebut dari desa.

Suatu hari, ketika orang Syi’ah itu sedang duduk di tokonya yang berada di pasar, ternyata anjing itu datang lagi dan naik di loteng pasar lalu menyerangnya. Akhirnya, karena merasa malu, orang Syi’ah tersebut keluar dan pindah dari desa tersebut.”
(Al-Mantsur minal Hikayat wa Sualat, oleh al-Hafizh Abu Fadhl Muhammad bin Thahir al-Maqdisi hlm. 141).

Kisah ini bukanlah sesuatu yang mustahil terjadi, karena Syi’ah adalah kelompok yang mencela sahabat, menghina para istri Nabi. Syi’ah juga mengatakan Jibril telah keliru menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad dan penyimpangan fatal lainnya.

Sumber dari tulisan Ustadz Abu Ubaidah Yusuf as-Sidawi. Lihat majalah al-Furqon Edisi 1 Th. ke-12 halaman 27. [via Abu Fahd

.::FITNAH! Mereka bilang: "Arab Saudi akan Menggusur Makam Nabi" ::.

Beberapa hari terakhir ini beredar berita mengenai niat pemerintah Arab Saudi untuk menggusur makam sebaik-baik manusia, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kontan saja, hal ini menuai protes dan kecaman dari berbagai lapisan umat Islam yang sangat mencintai dan mengagungkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semangat dan kecintaan terhadap Nabi ini sesuatu yang sangat kita syukuri, kita ucapkan Alhamdulillah pembelaan terhadap Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam masih menggelora di dada-dada umat Islam.

Namun rasa cinta dan pembelaan kita terhadap Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam hendaknya jangan menjadi suatu bumerang yang malah dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam untuk memecah belah barisan umat Islam itu sendiri. Alangkah baiknya apabila berita ini kita teliti terlebih dahulu agar kita tidak termasuk firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat: 6)

Berita ini bersumber dari Fars News Agency, salah satu agensi berita atau media Iran. Sebagaimana telah diketahui, Iran memiliki latar belakang ideologi yang bertolak belakang dengan pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah yang diusung oleh Arab Saudi dan pandangan-panda ngan politiknya pun bersebrangan dengan Riyadh dalam menyikapi isu-isu regional Timur Tengah ataupun isu internasional. Tidak jarang Teheran melemparkan sebuah pernyataan sentimen yang memojokkan Riyadh.

Selain itu, track record media-media Iran pun dikenal buruk dalam ke-independen-a n-nya dalam mengusung berita. Mereka tidak segan-segan untuk melakukan kebohongan dan memanipulasi berita, demi tujuan dan kepentingan mereka. Seperti saat Iran menjadi tuan rumah KTT Non-Blok pada tahun ini, televisi Iran sengaja merubah terjemahan pidato Presiden Mesir, Muhammad Mursi, yang disampaikan dalam bahasa Arab. Mursi mengutuk pemerintah Suriah atas pembantaian terhadap rakyatnya dan mengjak dunia untuk membantu masyarakat Suriah menuju kebebasan dan kebangkitan. Namun pidato tersebut diubah oleh Telivisi Iran dengan terjemahan bahasa Persia, agar hendaknya dunia membantu masyakarat Bahrain merdeka dari pemerintah mereka.

Sebagaimana kita ketahui, Suriah merupakan sekutu Iran, baik dalam ideologi Syi’ah maupun pandangan politiknya. Sedangkan Bahrain adalah negara Ahlussunnah atau Sunni dan masyarakat yang memberontak adalah Syi’ah. Oleh karena itu, telivsi Iran memelesetkan terjemahan pidato Presiden Mesir agar pengaruh Teheran di dunia Arab kian kuat. Simak video perubahan pidato tersebut:

Padahal, jangankan kuburan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, rencana memperluas mathaaf (tempat thawaf) di sekitar Ka’bah dengan merobohkan tiang-tiang mashaabiih yang merupakan peninggalan atau sentuhan peradaban khilafah Utsmani saja sampai sekarang tidak direalisasikan, karena pemerintah Arab Saudi mempertimbangka n perasaan umat Islam secara umum dan negeri Turki secara khusus.

Hal ini pun dibantah oleh pihak Kedutaan Besar Arab Saudi yang dikonfirmasi oleh redaksi Sabili dengan langsung membantah fitnah tersebut. Mufti Saudi tidak pernah memfatwakan seperti itu. Berita tersebut bersumber dari propaganda Iran, “Mereka dengki karena haji tahun ini berlangsung sukses,” katanya singkat.

Yang benar, proyek perluasan Masjid Nabawi meliputi sayap Timur dan Barat masjid tanpa melakukan pengrusakan terhadap kuburan Nabi dan dua sahabatnya yang mulia.

Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala tetap menjaga persatuan umat Islam di atas petunjuk Nabi-Nya yang mulia, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan menganugerahkan kita kecintaan kepada Nabi-Nya serta menghancurkan tipu daya orang-orang yang hendak memecah belah persatuan umat Islam.

Ditulis oleh Nurfitri Hadi, M.A (Tim Redaksi KonsultasiSyari ah.com)

Sumber:https://www.facebook.com/pages/httpmuslimahorid/215781025194?hc_location=stream



Sabtu, 20 April 2013

Mengenal Ritual Syiah Karbala Dan Hari Raya Asy-Syuro



Karbala dimata Syi'ah memiliki kesucian dan nilai sakral yang teramat dan tak tertandingi.Karbala adalah bumi yang disucikan bahkan katanya Karbala lebih utama dari Makkah, Masjidil Haram dan Ka'bah yang mulia.

Mungkin karena ada kuburan Husain radhiyallhu `anhu kali. Padahal kota Madinah yang disana tersimpan jasad Nabi yang mulia Muhammad shalallhu alaih wasallam tidak mendapatkan penghormatan dan pemuliaan seperti ini dari kalangan Syi'ah. Allahu a'lam.

Lantas Syi'ah selalu merayakan hari asyuro. Pada hari itu mereka saling menerima ta'ziyah (ucapan bela sungkawa) dalam rangka mengenang terbunuhnya Husain di padang karbala, mereka memakai pakaian serba hitam, mengiringi dengan isak tangis dan ratapan, meyobek serta menarik narik baju dan menampari pipi.Mereka turun kejalan2 dalam sebuah pawai yang disebut Manakib Husainiyah, seraya meyakini arak2an tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kemudian berteriak histeris dengan dengan suara melengking:"Ya Husain...Ya Husain.." sambil menggotong Kubah Husain yang terbuat dari kayu. Mereka menarik kuda2an yang dihiasi memeragakan kondisi Husain di Karbala. Sedangkan disela2 acara ritual ini mereka memaki2 Khulafa'ur rasyidin dan para sahabat.

Duh...betapa anehnya yang kita rasakan, deraian air mata yang seakan tidak pernah kering itu, yang ditumpahkan untuk Husain, tidak satu setespun bisa keluar untuk mengenang saudaranya, Abu Bakar, Umar, Ustman, putera Husain sendiri, lantas Abu Bakar puteranya Hasan radhiallahu 'anhuma yang kesemuanya itu terbunuh bersamanya di karbala. (lihat kitab Jal' Al-Uyun, Tarikh Al-Ya'qufi ,Kasyful Ghummah. Semua referensi ulama Syi'ah ini tdk diragukan lagi menetapkan bahwa mereka semua terbunuh di Karbala) Mengapa? Apakah karena mereka yang terbunuh itu membawa nama2 yang mereka tidak suka untuk mempromosikannya.

Hendaklah setiap simpatisan Syiah itu bertanya,"Mengapa semua fakta yang terang yang tergantung di dahi sejarah itu tetap ditutup-tutupi"

Hendaklah pula bertanya:"Mengapa cucuran air mata atas terbunuhnya Husain itu tidak satu tetespun keluar untuk mengenang kematian Nabi shalallhu 'alaihi wasallam dan Tragedi terbunuhnya Ali radiallahu'anhu ???
Syi'ah membiasakan anak-anaknya untuk menangis pada ratapan sepuluh Syura' ini, agar nantinya mereka bisa menangis dengan sendirinya, tangis mereka adalah keinginan mereka akan tetapi kesedihan mereka hanyalah sandiwara, dibuat-buat, sampai sebagian mereka memukulkan rantai besi kepada tubuhnya,dan memukulkan pedang diatas kepala hingga berdarah dan luka menganga. Semua itu yang paling banyak adalah di Karbala sekitar kuburan Husain Radhiallahu 'anhu.

Dimanakah posisi mereka jika dibandingkan firman Allah: 'Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar ,(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk" (Albaqoroh 155-157).

Sumber:Gen Syiah, Asy Syaikh Mamduh Farhan Al Buhairi

Jumat, 19 April 2013

Syiah Rafidhah, Agama Syirik Tulen


Pada hari ini Syiah Rafidhah merupakan komponen sosial dan politik yang cukup dominan dalam pertempuran ideologi. Banyak umat Islam yang awam masih saja tertipu dengan golongan yang satu ini. Padahal syiah pada hari ini sama sekali bukanlah bagian dari umat Islam, bahkan tanpa melihat penghinaan mereka kepada para sahabat Rasulullah dan tanpa melihat penyimpangan mereka terhadap syariat.


Amal Kesyirikan Syiah

Para Imam di mata Syi’ah adalah orang-orang yang harus dimuliakan walaupun mereka telah meninggal. Mereka menghias kuburan imam-imam mereka semegah mungkin. Mereka datang ke kuburan para Imam untuk mencium-cium, bertamasuh atau mengusap-usap kuburan seraya memelas bahkan menangis, bersujud menghadap kubur, dan berdoa meminta sesuatu pada mayit (Bahrum Subagia, UIKA).

Perilaku Syiah yang identik dengan kesyirikan ini dilakukan kepada banyak tokoh. Dari tempat yang mereka anggap sebagai makam cucu Rasulullah, salah satu dari Imam 12, makam tokoh muashir seperti Khomeini, hingga musuh para Shahabat; Abu Lu’luah al-Majusy. Republik Iran sempat selama berpuluh-puluh tahun membiarkan berdirinya rumah ibadah yang berdiri bak istana, yang konon merupakan makam Abu Lu’luah al-Majusy.

Semua orang juga tahu bahwa mausoleum Musavi Khomeini, pendiri teori sekaligus imam pertama Wilayatul Faqih di zaman ini, penuh dengan manusia-manusia yang melakukan shalat dan tidak lupa, shalatnya menghadap kuburan tokoh ini. Bukan menghadap Ka’bah.

Allah telah berfirman dalam surat Yunus :

وَلاَ تَدْعُ مِن دُونِ اللّهِ مَا لاَ يَنفَعُكَ وَلاَ يَضُرُّكَ فَإِن فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِّنَ الظَّالِمِينَ

“Dan janganlah kamu memohon/berdo’a kepada selain Allah, yang tidak dapat memberikan manfaat dan tidak pula mendatangkan bahaya kepadamu, jika kamu berbuat hal itu maka sesungguhnya kamu dengan demikian termasuk orang-orang yang dzolim (musyrik)” (QS. Yunus, 106).

Imam Malik meriwayatkan dalam kitabnya Al Muwatto’, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

"اللهم لا تجعل قبري وثنا يعبد، اشتد غضب الله على قوم اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد"

“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala yang disembah. Allah sangat murka kepada orang-orang yang telah menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai tempat ibadah”.

Sedangkan dengan alasan tawassul, syiah melegalisasi amalan-amalan syirik ini. Salah satunya adalah pernyataan berikut, Ayatullah Baqir Shadr: “Jika mereka melakukan itu (berziarah dan bertawasul) dengan pemahaman bahwa wali-wali Allah dapat merubah nasib mereka dan bisa berbuat “sesuatu” tanpa seizin Tuhan, maka, ya benar itu memang syirik. Namun umat Islam tidak berkeyakinan seperti itu. Mereka faham bahwa para wali Allah adalah perantara yang menyampaikan doa mereka (umat Islam) kepada Tuhan dan Allah pun berkat bantuan para wali besar kemungkinannya bersedia mengabulkan doa mereka. Oleh karena itu niat sedemikian dalam berziarah bukanlah syirik.” (Akhirnya kutemukan kebenaran, Doktor Tijani Samawi, halaman 92.) (buku sesat syi'ah)

Sumber: di ambil dari sebagian artikel shoutussalam.com

Kamis, 18 April 2013

SEJARAH BERDARAH SEKTE SYI’AH

MEMBONGKAR KOLEKSI DUSTA SYAIKH IDAHRAM

” Barang siapa yang membela kehormatan saudaranya,
maka Allah akan membela wajahnya dari api neraka pada hari kiamat.” ( HR. At-Tirmidzi ).

Sampai saat ini masih banyak masyarakat indonesia yang belum paham tentang akidah dan kemurniannya sehingga tidak heran sebagian mereka terjerumus dalam praktik-praktik kesyirikkan, khurafat, dan takhyul. Di sisi lain, fitnah dan dusta juga sangat masif digaungkan kelompok pengingkar sunnah. Hal tersebut mendorong para pembela Sunnah, khususnya kaum Salafi untuk selalu menyampaikan kebenaran yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam di tengah-tengah masyarakat.

Salah satu fitnah yang paling menohok Salafi sampai saat ini adalah dusta yang disampaikan Idahram, salah seorang yang ditengarai berasal dari kalangan syi’ah. Melalui buku yang ditulisnya, ia mengatakan bahwa Ahlus Sunnah ( Salafi ) adalah kelompok yang haus darah kaum muslimin, dan mereka juga telah membunuh para ulama. Padahal dalam catatan sejarah dan hingga detik ini, hal tersebut tidak dapat dibuktikan dan hanya dapat dikatakan sebagai sebuah kebohongan besar Idahram. Hal inilah yang mendorong terbitnya buku ini dihadapan pembaca.

Dalam buku ini akan dipaparkan secara singkat tentang sejarah berdarah Sekte Syi’ah dan dasar-dasar akidah kaum Syi’ah agar masyarakat muslim tidak tertipu oleh fitnah dan dusta mereka, serta isu-isu yang dpat menyimpangkan dari hakikat keimanan dan kemurnian tauhid.

Minggu, 14 April 2013

Kekejian syi'ah terhadap Isteri dan kedua Mertua Nabi shalallahu alaihi wasalam


Kekejian syi'ah terhadap isteri dan mertu Nabi shalallahu alaihi wasalam,
mereka menulis nama isteri Nabi Aisyah dan Hafsoh serta kedua sahabat sekaligus mertua Beliau shalallahu alaihi wasalam Abu Bakr dan Umar bin Khatab di sandal yang mereka pakai sehari-hari

Apa yang mereka (syi'ah) lakukan adalah bentuk penghinaan dan penistaan terhadap isteri dan sahabat Nabi shalallahu alaihi wasalam, mereka sangat membenci isteri dan para sahabat Nabi shalalahu alaihi wasalam


Sabtu, 13 April 2013

Di Antara Kesesatan Ajaran Sekte Syi'ah

1. Memiliki tiga (3-11) kalimat syahadat (syahadat imam). Yaitu bersaksi bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah, dan bersaksi bahwa Imam Ali adalah wali (imam pilihan) Allah

2. Membolehkan taqiyyah (berdusta). Saat berdebat dan berdakwah, Syi'ah ber-taqiyyah menipu ummat Islam dengan memberi kesan bahwa ajaran mereka "sama" dengan ajaran Islam.

3. Tidak bertauhid. Mengatakan Imam mereka menciptakan, menentukan syurga /neraka, mengampuni dosa, dst

4. Berlebihan terhadap Imam. Mengatakan Imam mereka mengetahui hal ghaib, menjadi pelindung dunia, dst

5. Menuhankan Imam mereka. Mengatakan Boleh berdo'a kepada Imam, mengatakan Imam dapat mengabulkan do'a

6. Mengkafirkan seluruh sahabat Nabi. Kecuali empat orang sahabat saja ('Ali, Miqdad, Ammar, dan Salman)

7. Mencela dan melaknat para sahabat dan istri Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Sallam. Di antaranya melaknat 'Aisyah istri Nabi, melaknat Abu Bakar, Umar bin Khatthab, Hafshah binti Umar, Abu Hurairah, Utsman bin Affan, dan lainnya

8. Merubah ayat-ayat Al-Qur'an. Sesuai dengan keinginan dan nafsu para ulama Syi'ah

9. Memiliki Al-Qur'an versi sendiri. Yaitu "Mushaf Fathimah" yang memiliki sekitar 17.000 ayat. Mereka meyakini Qur'an yang diterbitkan oleh selain sekte Syi'ah adalah palsu, termasuk Qur'an yang diterbitkan di Makkah, Madinah, Mesir dan Indonesia.

10. Meyakini dakwah Nabi telah gagal. Sehingga masih butuh panduan para imam versi Syi'ah

11. Meyakini para Imam bebas dari dosa. Sehingga semua perkataan dan perbuatannya tidak bisa salah

12. Membuat-buat ibadah karangan sendiri. Seperti menyayat kepala dan badan hingga berdarah.

13. Menghalalkan zina dengan istilah nikah mut'ah / nikah kontrak. Yaitu datang ke seorang wanita atau laki-laki, lalu membayar "mahar" seharga sekian untuk melegalkan hubungan sex selama sekian jam, sekian hari atau sekian waktu tertentu

Jumat, 12 April 2013

Apakah Syi'ah syirik atau bertauhid ?

Sebagian ulama syi`ah mengatakan:
Husain lebih besar dari pada Allah
Nama Ali lebih agung dari pada nama Allah
Di mana pun anda berada katakan Ya Ali, dikuburan , katakan Ya Ali, keluar dari kubur, katakan Ya Ali, masuk surga katakan ya Ali.
Rasul bersabda: Wahai Ali , Engkau dan syi`ahmu akan berada di mimbar dari cahaya dan dekat denganku.

Hak para imam – imam Syi`ah disisi Allah telah di akui oleh Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Adam dan seluruh para nabi.
Bila tiada imam – imam Syi`ah maka Allah tidak akan wujud.

Bila Ali menunjukkan posisi dirinya dan hakikat dirinya maka manusia akan bersujud semua kepadanya. Sudah cukup dalam hati Ali ada keraguan apakah dirinya ini Allah.

Ingin tahu klik disini:
http://www.youtube.com/watch?v=w71bGW5IdOw

Komentarku ( Mahrus ali):
Hadis yang di sampaikan oleh ulama syi`ah tadi adalah kedustaan bukan kejujuran, hadis palsu bukan hadis sahih . Dan memang begitulah karakter ulama syi`ah bukan ahlus sunnah. Mereka termasuk menyukutukan Allah, tidak mentauhidkanNya. Mereka termasuk ayat ini:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ(165)
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). Baqarah `165.

Sumber:http://mantankyainu.blogspot.com/2013/04/apakah-syiah-syirik-atau-bertauhid.html

Rabu, 10 April 2013

Budaya Pengagungan Kubur Adalah Ajaran Syi’ah, Bukan Ajaran Salafus Shalih Ahlussunnah Wal Jama’ah


Pengagungan kuburan dan komplek makam sudah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat, bahkan menjadi bagian praktek keagamaan mereka yang tak terpisahkan dengan kehidupan sehari-hari. Di antaranya, dengan membuatkan bangunan makam dan memperindahnya, menjadikannya sebagai tempat shalat, mengkhatamkan baca al-Qur`ân di sampingnya dan memanjatkan do’a kepada penghuni kubur (bukan kepada Allâh Azza wa Jalla), [atau berdo'a kepada Allah dengan perantaraan penghuni kubur].


Menilik sejarah generasi Salaf, pantas dikatakan bahwa praktek-praktek ibadah di atas masuk dalam kategori bid’ah, satu perbuatan dalam beragama yang tidak pernah diperbuat oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan generasi terbaik umat Islam.
“Semua itu adalah perkara baru, belum pernah tersebar (dikenal) kecuali pasca tiga generasi paling utama (generasi Sahabat, Tâbi’in dan Tâbi’it Tâbi’in)” [Dirâsâtun fil Ahwâ wal Furûqi wal Bida’i wa Mauqifis Salafi minhâ, DR. Nâshir al-‘Aql hlm. 274].

Senin, 08 April 2013

Video Al Buthi Tewas di Tembak dari Jarak Dekat


Berikut adalah video bagaimana syaikh al buthi di bunuh oleh sabiha syi'ah. syaikh al buthi tewas bukan karena bom bunuh diri seperti yang pernah di beritakan bahwa syaikh al buthi tewas karena bom bunuh diri oleh mujahiddin.

Akan tetapi dalam video berikut sangat jelas syaikh al buthi tewas karena di tembak dari jarak dekat di bagian pelipis oleh orang yg pertama mendekati syaikh al buthi

ketika terjadi ledakan syaikh albuthi belum tewas dan tidak ada darah di kepalanya, akan tetapi setelah seorang mendekatinya syaikh al buthi di tembak di bagian kepala sehingga terlihat ada darah mengalir di kepalanya

lihat videonya;http://www.youtube.com/watch?v=XFGwwRQINvg&Feature=Share

Kamis, 04 April 2013

Derita Muslim Ahwaz dari Kejahatan Syi'ah Iran


Jalan-jalan di Ahwaz di penuhi dengan pembantaian kaum muslimin Sunny oleh syi'ah iran persia

Baca juga derita muslim ahwaz dari penjajah syi'ah iran di sini : http://inilah-bukti-kesesatan-syiah.blogspot.com/2012/12/derita-muslim-ahwaz-dari-penjajah-iran.html

Selasa, 02 April 2013

Uang Kuburan,. Uang Khumus, Uang Mut'ah





INI ADALAH BAGAIMANA MEREKA SYIAH RAFIDAH MENDAPATKAN UANG !! ADA MUCIKARI PEREMPUAN UNTUK MUTAH, MENDAPATKAN KHUMUS (PEMBAYARAN UNTUK AYADOLLARS) MENDAPATKAN UANG DARI PEZIARAH KUBURAN IMAM MEREKA DAN MERAMPOK SUNNI...