Senin, 24 Februari 2014

Air Mata Buaya Penganut Syi'ah (Buku)


Penyusun Dr.Muhammad Arifin Baderi,
penerbit Rumah Ilmu.
Air Mata Buaya!Itu adalah satu ungkapan yang unik dan mengandung banyak hikmah. diyakini oleh banyak orang bahwa buaya biasa meneteskan air matanya ketika sedang menyantap mangsanya. 

Perilaku buaya ini menggambarkan bahwa ternyata ada makhluq yang dikenal buas tanpa pernah kenal rasa iba namun bisa juga meneteskan air mata.

Sobat! Karena itu, waspadalah agar anda tidak terperdaya oleh tangisan para penjahat dan pecundang.

Dalam sejarah kehidupan manusia perilaku semacam ini, banyak ditemukan. menangis tersedu-sedu dengan air mata yang berderai-derai, namun sejatinya dialah penjahat bengis dan pengkhianat besar.

Apa yang terjadai di saat ini, kaum yahudi dan para penyembah salib berteriak teriak, meratapi HAM, padahal tangan mereka terus berlumuran darah ummat Islam. 

Meratapi HAM padahal mereka adalah orang terdepan yang melanggarnya. 

Dan dalam sejarah klasik Islam, kaum syi'ah telah mengkhianati keluarga nabi, namun mereka yang rajin meneteskan air mata atas musibah yang menimpa mereka.
Buku hakekat Syiah judul Airmata Buaya Penganut Syiah, penyusun Dr.Muhammad Arifin Baderi, berisi penjelasan tentang agama Syiah dimulai dari siapakah syiah, agama apakah syiah itu, bagaimana aqidah dan manhaj syiah dan bagaiman sikap syiah kepada umat islam. Syiah dari hari-ke hari telah menampakkan dirinya di Indonesia yang tercinta ini, ada yang menganggap bahwa Syiah masih bagian dari Islam namun banyak juga yang menyatakan bahwa penyimpangan yang dilakukan oleh Syiah sudah sedemikian jauhnya sehingga sudah tidak dapat lagi untuk disebut sebagai bagian dari Islam. Untuk memahami hakekat sebenarnya dari agama Syiah penulis ingin menjelaskan kepada kita dengan disertai dalil-dalil yang kuat dan ilmiah.
Harga Rp 90.000
Pemesanan SMS : 0878 8777 8027

Minggu, 09 Februari 2014

Akidah Syi’ah Imamiyah (Buku)


Penulis: Abdurrahman bin Sa’d bin Ali Asy Syatsri
Penerbit: Nashirus sunnah 
Harga : Rp 125.000
Pemesanan sms : 0878 8777 8027

Syi’ah Imamiyah itsna asyariyah merupakan salah satu aliran syi’ah dari sekian banyak aliran-aliran syi’ah yang menamakan alirannya sebagai madzhab ahlul bait. Namun apabila dibandingkan dengan aliran-aliran syi’ah yang lain, aliran ini dinilai sebagai aliran syi’ah yang paling berbahaya bagi agama, bangsa, dan negara. Penganutnya mengklaim hanya dirinya atau golongannya yang mengikuti dan mencintai ahlul bait.

Dengan menggunakan strategi licik yang mereka namakan taqiyah (berdusta), yaitu menyembunyikan kebenaran, menutupi kayakinan, demi maslahat agama dan dunia, aliran ini dikembangkan. Al-Kulaini, ulama besar mereka mengatakan, wa la diina liman la taqiyata lahu (tidk beragama orang yang tidak betaqiyah). Disebutkan bahwa kekhalifaan Abu Bakar, Umar dan Utsman radhiyallahu ‘anhum tidak sah.

Disebutkan pula dalam salah satu riwayat mereka, “Sesungguhnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih mirip dengan Ali radhiyallahu ‘anhu daripada seekor gagak dengan gagak yang lainnya. Allah mengutus Jibril untuk membawa wahyu kepada Ali radhiyallahu ‘anhu namun Jibril salah sehingga dia menurunkan wahyu kepada Muhammad, semestinya Ali radhiyallahu ‘anhu yang menjadi Khalifah setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Kedustaan yang mereka buat dengan strategi licik ini menjadikan banyak orang-orang yang beraqidah ahlus sunnah wal jama’ah tertipu dan termakan oleh propaganda mereka, sehingga keluar dari agama nenek moyangnya (Islam).

Oleh karena itu, atas dasar tersebut buku mengenai aqidah syi’ah itsna asyariyah dalam bentuk tanya jawab diterbitkan. Bahaya dan kesesatan yang disebarkan aliran ini mendesak para ulama Islam untuk meluruskan masyarakat muslim pada pemahaman yang benar mengenai Islam. Pasalnya, didasari oleh ashabiyah atau kefanatikan yang mendalam, aliran syi’ah ini semakin cepat menjalar dan berkembang, terutama dikalangan awam alawiyyin (keturunan Nabi Muhammad) dan muhibbin (pecinta mereka).